Dikabarkan Bakal Kelola Hotel, Inna Group Tunggu Restu Erick Thohir

0
272
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir.

Jakarta, Nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal menggabungkan hotel-hotel perusahaan pelat merah. Saat ini hotel-hotel pelat merah masih dikelola di berbagai BUMN yang berbeda dari inti bisnisnya.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau Inna Group, Iswandi Said menjelaskan saat ini Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara yang punya bisnis hotel masih mencari skema yang paling pas untuk mengimplementasikan rencana tersebut.

“Ya ini yang sedang kita bersama-sama dengan Pak Wamen (BUMN) untuk bagaimana step-stepnya atau langkah-langkahnya untuk mengarah kepada konsolidasi ini,” kata dia saat ditemui di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020).

“Karena kan sekian banyak hotel yang milik BUMN ini kan sudah beroperasi. Nah itu kan juga harus dilihat bagaimana cara untuk bisa kita mencarikan jalan terbaik untuk bisa digabungkan menjadi satu atap,” sebutnya.

Saat ini masih dihitung kepemilikan aset BUMN di tiap-tiap hotel karena ada juga hotel yang dikelola lebih dari satu BUMN. Selain itu, ada pula hotel yang dikelola oleh BUMN bekerja sama dengan pihak swasta.

“Artinya bahwa latar belakang mereka itu ada yang sedang joint venture dengan perusahaan lain, swasta lain. Nah ini kan kalau kita mau konsolidasi itu tahapan yang pertama apa dulu, baru nanti sampai ke aset segala macam,” ujarnya.

Terlepas dari itu, dia menjelaskan bahwa BUMN yang memiliki bisnis hotel pada intinya sudah setuju untuk menyerahkannya dalam satu pengelolaan.

“Komitmen sudah ada. Artinya komitmen dari semua hotel-hotel yang dimiliki oleh BUMN lain yang core-nya bukan di hotel, itu sudah merilis untuk diserahkan atau dikelola bersama-sama,” tambahnya.

Kementerian BUMN mencatat ada 85 hotel milik BUMN yang tidak terkait bisnis inti perseroan. Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sedang dilakukan penghitungan aset hotel pelat merah.

“Hotel masih proses, karena masih dicek semua, karena kalau konsolidasi harus dihitung asetnya. Di luar Inna Hotel berapa, yang lain itu agak panjang, agak lama,” kata Arya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

“Tapi niatnya Pak Menteri akan konsolidasikan yang bukan core bisnisnya,” tambahnya

Setelah dihitung asetnya, kata Arya, hotel-hotel itu bakal diserahkan ke BUMN yang punya inti bisnis hotel. Hal itu dilakukan agar BUMN yang punya hotel kembali fokus mengurus inti bisnisnya masing-masing.

“Nanti dihitung asetnya diambil oleh hotel ini, yang core bisnisnya hotel,” imbuhnya.

BUMN yang bergerak di bidang hotel ialah PT Hotel Indonesia Natour alias Inna Group. Saat ditanya kemampuan Inna mengambil hotel-hotel itu, Arya hanya bilang akan dicari caranya.

“Soal sanggup, nggak sanggup bisa dicari cara, modalin kek, tapi sudah ke sana arahnya. Soal gimana cara itu mekanisme bisnis,” tutur Arya.

Direktur Utama HIN alias Inna Group Iswandi Said mengaku belum ada pembicaraan dari Kementerian BUMN bahwa pihaknya bakal mengelola seluruh hotel pelat merah. Namun bila dilihat memang HIN satu-satunya BUMN yang bisnis intinya (core business) di bidang perhotelan.

“Untuk leading-nya (yang memimpin hotel-hotel BUMN) belum ditentukan. Itu terserah dari pemegang saham ya atau dari (Kementerian) BUMN nanti. Tapi kalau dilihat dari core business-nya itu kan Hotel Indonesia Natour yang satu-satunya. Yang lain kan core-nya nggak di hotel,” kata dia saat ditemui di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020).

Tapi pihaknya menyerahkan keputusan tersebut ke Kementerian BUMN. Pasalnya mereka yang punya wewenang untuk menentukan kebijakan.

“Saya nggak tahu kebijakan nanti barangkali dari Pak Menteri (Erick Thohir) dan Pak Wamen akan menentukan siapa yang jadi leading di situ,” sebutnya.

Seandainya nanti HIN yang ditunjuk Kementerian BUMN untuk mengelola seluruh hotel perusahaan pelat merah, dia mengatakan sudah siap.

“Harus siap, harus siap karena sebenarnya kami juga dari 2016 itu sudah membentuk Hotel Indonesia Group sebagai anak perusahaannya Hotel Indonesia Natour tapi itu fokus kepada operator,” tambahnya.

dtk

LEAVE A REPLY