Ketua Kadin Surabaya Bagi Tips Sukses jadi Pengusaha di Universitas Brawijaya

0
271
Ketua Kadin Surabaya Ali Affandi di Unibraw Malang, 31/10/2019.

Malang, nawacita – Kiprah Kamar Dagang Indonesia Kota Surabaya setelah dipegang M Ali Affandi sebagai Ketua, tidak cuma eksis di Kota Pahlawan saja. Tapi juga dipercaya oleh Universitas Brawijaya yang berada di Kota Malang untuk membagi keberhasilan menjadi pengusaha sejak usia muda didepan ribuan mahasiswa peserta Brawijaya Enterpreneur Festival BEF 2019.

Ketua Kadin Kota Surabaya,  Ali Affandi yang akrab disapa Andi ini menjadi salah satu penyaji materi bersama Ketua Umum BPP HIPMI Mardani Maming serta Wakil Walikota Malang, Sofyan Edy dan pembicara top lainnya.

Salah satu materi yang dipaparkan kepada mahasiswa Brawijaya adalah makna dasar tentang apa itu Enterpreneur dan bagaimana menghadapi tantangan perkembang zaman terutama di era disrupsi technology seperti saat ini. “Enterpreneur itu harus selalu berpikir bagaimana kita punya sesuai yang bernilai lebih dan bermanfaat bagi orang lain,” terangnya, Kamis (31/10/2019).

Ia mencontohkan, seorang Nadiem Makarim pendiri aplikasi online Go-Jek bisa berkembang karena punya value yang sangat besar. Baik itu untuk kebutuhan masyarakat konsumen maupun orang yang bisa menambah penghasilan dari aplikasi itu. “Membangun partnership dan menciptakan kesempatan bagi tenaga kerja, itu prinsip dasar kita memulai sebuah bisnis,” tutur Mantan Ketua Umum HIPMI Jatim ini.

Contoh lain bahwa sebuah bisnis diawali dengan mengubah sesuatu yang biasa menjadi punya nilai lebih, juga terjadi di Kota Besar sekaliber New York Amerika Serikat. Kota dengan permasalahan utamanya adalah tumpukan Sampah. Nah, Di kota besar itu ada seorang enterpreneur bernama Justin Bigmac yang punya ide tentang pentingnya sebuah desain packaging sampah. Sehingga selain mengurangi sampah, pacakaging sampah yang dibuatnya punya balue added yang cukup besar. “Hanya membuat barang untuk memasukkan sampah ke dalam kotak transparan. Kemasan plastik sampah yang didesain sedemikian rupa itu membuat sesuatu yang tidak bernilai, menjadi sebuah barang yang harganya 50 US Dollar,” ungkap Andi.

Hal semacam itu, tentunya bisa dilakukan oleh siapa saja sedini mungkin. Mendapatkan peluang usaha bisa dari mana saja. “Dibalik kesuksesan seorang pengusaha, ia pasti sudah melalui masa-masa jungkir balik yang tak kenal waktu hingga terbangun mental kuat,” pungkas CEO Amarta Group ini. rko

 

 

 

LEAVE A REPLY