13 September Sejarah Dunia: Pertempuran Tangier Hingga Bom BEJ

0
587
Tragedi Bom Gedung Bursa Efek Jakarta.
Tragedi Bom Gedung Bursa Efek Jakarta.

JAKARTA, Nawacita – Berbagai peristiwa dan penting dan bersejarah terjadi pada 13 September. Di Indonesia, kejadian pilu yang terjadi pada tanggal ini 19 tahun lalu adalah serangan bom mengerikan di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Di luar negeri juga ada serangan bom. Kami merangkum beberapa peristiwa yang terjadi 13 September mengutip dari wikipedia sebagai berikut:

533 – Pertempuran Ad Decimum

Pasukan Kekaisaran Bizantium berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Vandal dalam Pertempuran Ad Decimum di dekat Kartago, Afrika bagian utara. Kemenangan Kekaisaran Bizantium itu sekaligus menandai runtuhnya Kerajaan Vandal.

1437 – Pertempuran Tangier

Pertempuran Tangier antara pasukan Kerajaan Portugal pimpinan Henry dan pasukan Maroko yang dipimpin Salah bin Salah meletus di Tangier, Maroko. Pertempuran tersebut berlangsung selama enam hari dan berakhir dengan kemenangan pasukan Portugal.

Baca Juga: 11 September Sejarah Dunia: Pertempuran Skotlandia dan Inggris Hingga Tragedi 9/11 di AS

1882 – Pertempuran Tell El Keibr

Pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Mesir dalam Pertempuran Tell El Keibr di dekat Kassassin, Mesir. Kemenangan Inggris itu merupakan salah satu yang terbesar selama Perang Inggris-Mesir. Dalam pertempuran tersebut, sebanyak 1.396 tentara Mesir tewas di medan pertempuran, sedangkan Inggris hanya kehilangan sedikitnya 57 tentaranya.

1900 – Pertempuran Pulang Lupa

Pertempuran Pulang Lupa yang melibatkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan Filipina meletus di Marinduque, Filipina. Salah satu pertempuran dalam Perang Filipina-AS itu berhasil dimenangi pasukan Filipina.

1914 – Pertempuran Aisne I

Pasukan Inggris dan Prancis menyerang pasukan Jerman yang menduduki wilayah dekat Sungai Aisne, Prancis. Serangan itu memicu Pertempuran Aisne I yang berlangsung selama 11 hari. Kedua belah pihak sama-sama mengklaim kemenangan dalam Pertempuran Aisne I.

1940 – Jerman Bom Istana Buckingham Inggris

Jerman melalui jet tempur Nazi menjatuhkan lima bom dengan kekuatan cukup besar di Buckingham, Istana Kerajaan Inggris di Kota London, pada 13 September 1940. Bom dijatuhkan di area taman dalam, kapel kerjaaan dan halaman depan.

Sejumlah fasilitas hancur, Seorang pekerja istana tewas dan empat orang lainnya luka-luka. Saat serangan bom terjadi Raja George VI dan permaisurinya Ratu Elizabeth lagi minum teh di Istana Buckingham. Namun, keduanya selamat.

1942 – Pertempuran Bukit Edson

Pasukan Jepang dikalahkan pasukan Sekutu dalam Pertempuran Bukit Edson di Pulau Guadalkanal, Kepulauan Solomon. Dalam salah satu pertempuran demi memperebutkan Pulau Guadalkanal itu, pasukan Jepang mengalami kerugian besar dengan kehilangan sekitar 850 tentaranya, sedangkan Sekutu hanya kehilangan 59 tentaranya.

Baca Juga: Rusia Penambang Berlian Paling Besar di Dunia

1999 – Serangan Bom di Moskow

Sedikitnya 119 orang tewas akibat serangan bom di apartemen di Moskow, Rusia, pada 13 September 1999. Pemerintah Rusia menuding kelompok pemberontak Chechnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Namun, pejuang Chechnya menuding serangan itu dilakukan oleh dinas rahasia Rusia.

2000 – Bom BEJ

Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) di kawasan perkantoran elite SCBD, Jakarta diserang bom, pada 13 September 2000. Akibatnya, 10 orang tewas dan 90 orang luka-luka. Korban tewas ditemukan di dekat lokasi ledakan, ada juga yang terjebak.

Lebih 100 mobil rusak dan aktivitas transaksi di bursa terhenti total dua hari karena perdagangan saham tak bisa dilakukan. Kerugian akibat terhentinya transaksi itu mencapai Rp4,5 milyar lebih.

Empat bulan kemudian, enam tersangka ditangkap yakni Ismuhadi, Ibrahim Amd, Sersan Iwan, Kopral Ibrahim Hasan, Iswadi Jamil, dan Nuryadin. Mereka dituduh berafiliasi ke GAM, walau di dalamnya ada prajurit TNI. Mereka kemudian diganjar hukuman berbeda-beda.

2007 – Deklarasi PBB Hak Masyarakat Adat

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan deklarasi tentang hak-hak masyarakat adat (UNDRIP) pada 13 September 2007, setelah 22 tahun lebih digodok. Draf deklarasi ini dirujuk Komisi Hak Asasi Manusia PBB.

Deklarasi ini menetapkan hak individu dan kolektif masyarakat adat, serta hak mereka atas budaya, identitas, bahasa, pekerjaan, kesehatan, pendidikan dan masalah lainnya.

Deklarasi menekankan hak-hak masyarakat adat untuk memelihara dan memperkuat institusi, budaya dan tradisi mereka sendiri, dan untuk mengejar perkembangan mereka sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka sendiri, serta melarang diskriminasi terhadap masyarakat adat.

Tujuan deklarasi ini adalah untuk mendorong negara-negara untuk bekerja sama dengan masyarakat adat dalam memecahkan masalah global, seperti pembangunan, demokrasi multikultural dan desentralisasi.

soknws.

LEAVE A REPLY