Puti Guntur Disebut Calon Kuat Pengganti Bu Risma

0
423

Surabaya, Nawacita.co – Pengamat komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo, menilai, nama anggota DPR terpilih Puti Guntur Soekarno menjadi kandidat terkuat untuk maju sebagai calon wali kota Surabaya pada Pilkada 2020.

“Saya rasa dia punya pengalaman dan visi yang baik, terutama saat Pilkada Jatim 2018 silam. Jadi, rasanya sangat layak dicalonkan oleh PDI Perjuangan,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat (28/6/2019).

Nama Puti Guntur, kata dia, juga memiliki modal kemampuan organisasi, terlebih sebagai cucu dari Presiden pertama Bung Karno.

“Puti juga sudah memiliki basis massa cukup ketika turun di Pilkada Jatim tahun lalu,” ucap pria yang akrab disapa Sukowi, dikutip dari Antara.

Sementara itu, selain nama Puti, ia juga menyebut terdapat 12 nama lainnya yang layak masuk bursa dicalonkan di Pilkada Surabaya sekaligus menggantikan Tri Rismaharini

Sementara itu, selain nama Puti, ia juga menyebut terdapat 12 nama lainnya yang layak masuk bursa dicalonkan di Pilkada Surabaya sekaligus menggantikan Tri Rismaharini.

Dosen FISIP Unair itu merinci, dari golongan partai politik selain Puti Guntur Soekarno asal PDI Perjuangan, juga ada nama Indah Kurnia, Wisnu Sakti Buana, Armudji dan Selah Ismail Mukadar yang berasal dari partai sama.

Berikutnya, nama Reni Astuti asal PKS, Vincencius Awey asal Partai NasDem serta Abdul Halim Iskandar yang merupakan ketua DPW PKB Jatim.

Kemudian dari kalangan pengusaha ia menyebut nama Azrul Ananda, Erlangga Satriagung dan Arif Afandi, lalu dari kalangan birokrat adalah Hendro Gunawan serta Ery Cahyadi.

Akademisi yang juga Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair tersebut mengatakan munculnya 13 nama berdasarkan penelitian kualitatif yang dilakukan pusat studi komunikasi dengan beberapa akademisi lainnya.

“Ada empat kriteria utama kenapa muncul 13 nama. Mereka memiliki kemampuan personal baik, memiliki kemampuan sosial baik, memiliki kemampuan material dan paling utama memiliki kemampuan organisasi yang baik,” katanya.

Pada kepemimpinan baru nanti harus ada pengganti berkemampuan lebih dari Tri Rismaharini yang sudah menjadi orang nomor satu di Pemkot Surabaya selama 10 tahun.

Pengganti Risma, lanjut dia, tidak boleh sekadar coba-coba, tapi harus memiliki pengalaman agar terus memajukan “Kota Pahlawan”.

“Di bawah kepemimpinan Risma dalam dua periode ini sudah mampu mengubah stigma masyarakat yang awalnya menyebut Surabaya kumuh menjadi lebih baik, bahkan diakui dunia,” tuturnya

BB

LEAVE A REPLY