Jin timur Tengah Serbu Unair Surabaya

0
1199

Surabaya, Nawacita – Sadar Pendidikan, mungkin itu kalimat yang paling cocok untuk disematkan pada Jin botol milik Aladin, yang beberapa hari kedepan akan menampakkan wujudnya di Aula Fajar Notonegoro (Fak. ekonomi Bisnis), Universitas Airlangga.

Memang benar, Aladin dan Jin-nya, serta Jasmin akan hadir di Universitas Airlangga Surabaya yang difasilitasi oleh Mahasiswa Magister Manajemen Angkatan 51 AP, Universitas Airlangga, yang bekerjasama dengan Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, pada hari Minggu tanggal 28 April 2019, pukul 09.00 WIB, yang tentunya merupakan Pagelaran Seni Ludruk Spektakuler dengan Judul “Aladin Negeri 1001 Malam di Surabaya”.

Oleh Kania, salah satu Pelaksana Kegiatan tersebut, menjelaskan kepada awak media, profil beberapa pemeran kegiatan tersebut:

Aladin, akan diperankan oleh Imanuel Rio Atmaja, Kelahiran Surabaya, 31 Oktober 1993, adalah Karyawan Swasta dengan hobi nonton film dan olahraga. Motivasi berpartisipasi sebagai pemain adalah agar Ludruk dapat menjadi lebih kekinian dengan cerita-cerita yang sesuai dengan keseharian anak-anak muda di masa sekarang, dan berharap kesenian ludruk dapat digemari oleh kalangan millennial dan memiliki nilai jual yang tinggi di industri layar kaca.

bondan

Jin, Sadar Pendidikan, Jin yang diperankan oleh Bondan Dewabrata S.I.Kom, adalah Mahasiswa MM Unair 51 AP yang juga bekerja sebagai Kepala Seksi Pengadaan Barang & Jasa PT Garam (Persero), termotivasi untuk memerankan jin dalam pagelan ini karena keinginan mengaktualisasikan diri terhadap kesenian jawa khususnya ludruk, dan berharap di era modern ini ludruk mendapatkan tempat di masyarakat dan banyaknya regenerasi pelawak yang dinilainya masih kurang. Karena sedikit sekali pelawak muda yang muncul. Saat ini pelawak dari kalangan tua yang masih lebih eksis.

Rr. Alifia Aulia Sari, S.Farm., Apt.

Jusmin, diperankan oleh Rr. Alifia Aulia Sari, S.Farm., Apt. ,adalah seorang Manager di sebuah PMA yang bergerak di bidang industri farmasi yang saat ini menempuh pendidikan S2 Magister Management di Universitas Airlangga, Peraih Wakil 1 Yuk Sidoarjo tahun 2003, yang hobby traveling dan wisata kuliner. mengungkap motivasinya dalam ikut berperan serta dalam pagelaran ini adalah berkontribusi dalam upaya melestarikan kesenian dan budaya tradisional khususnya ludruk, dan berharap kesenian dan budaya tradisional Indonesia, seperti kesenian ludruk dapat diterima masyarakat khususnya para millennial sebagai salah satu pilihan hiburan yang menarik.

Peran Seorang Ayah yang Gaul namun Religius, Dr Gancar C Premananto. MSi. CMA., merupakan KPS Magister Manajemen FEB UNAIR dan Ketua 1 APMMI 2017-2020, dan berharap Ludruk harus dapat diterima sebagai ikon wisata Surabaya dan dapat diterima masyarakat Internasional.

Dr Gancar C Premananto. MSi. CMA.,

Pemeran lainnya adalah Zainal Arifin, adalah Pegawai BUMN Penjaminan (Jamkrindo), Ahli dalam penjaminan kredit, Mendalami ilmu di bidang Manajemen, Digital Marketer, Startup, dan Entrepreneur. Minat dalam ilmu filsafat, seni, dan budaya, dan harapannya terhadap Ludruk adalah adanya regulasi dari Pemerintah untuk melestarikan kebudayaan ludruk.

Zainal Arifin,

Berperan sebagai Ayah Yasmin, adalah Puji Karyanto, Kelahitran Cilacap, 3 februari 1969, merupaka Wakil Dekan I FIB, pembina teater mata angin, produser pentas drama DRAMATURGI, peneliti pada Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur di Rumah Kebudayaan, berharap kedepannya ludruk bisa bertahan beradaptasi dengan tuntutan zaman

Puji Karyanto

Berperan sebagai Teman Jasmine yang cerewet, adalah Izzaty Mawaddah Rahmawaty. S.A, adalah Mahasiswa Magister Manajemen Unair Angkatan 51 dan juga sebagai Relationship Manager Ritel Komersial di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. motivasinya adalah Sebagai upaya saya untuk ikut melestarikan warisan budaya yang kini sudah mulai ditinggalkan. Dengan adanya saya sebagai generasi millennial berperan serta dalam pagelaran ini mampu menjadi contoh bagaimana menghadirkan ludruk dalam dunia seni yang telah berubah. dan berharap kedepannya terhadap kesenian ludruk di masa mendatang: Saya harapkan ludruk mampu memunculkan kiprahnya kembali dalam dunia seni untuk seluruh generasi, utamanya para millennial. Dan ludruk dapat terus melakukan inovasi baik dari segi peran, segi cerita, dan dari segi teknologi yang digunakan.

Izzaty Mawaddah Rahmawaty. S.A,

Sebagai Sahabat Aladin, diperankan oleh Jawad Farisi, adalah Karyawan BUMN yang bercita-cita ingin menjadi entrepreneur di bidang fashion batik khususnya Batik Pekalongan untuk lebih mengangkat lagi terkait kebudayaan asli Pekalongan, termotivasi karena Ingin mengembangkan ludruk melalui ikut serta dalam pementasan ludruk supaya lebih memahami hakikat ludruk, dan berharap Ludruk dapat diminati kalangan millennial dengan mengemas ludruk itu sendiri supaya bisa up to date dengan perkembangan zaman misalnya ludruk musical, ludruk comica, ludruk pantomime.

Jawad Farisi,

Sementara itu, penulis Skenario pementasan ini adalah Moch. Jalal, S.S.,M.Hum. (Cak Jalal), Pria Kelahiran Bojonegoro, 10 Agustus 1969, dalam kesehariannya adalah Pembina pakarsajen dan BSO Musik FIB, Penulis skenario ludruk, Pemain ludruk Slendro Bojonegoro 88 dan Penulis lagu, berharap kedepannya Ludruk dapat berkibar lagi di Jawa Timur, seperti pada era 80-90-an, diciptakannya format pertunjukan yang sesuai dengan kondisi era milenial.

 

 

dny

LEAVE A REPLY