Satu Tahun Buron, Pengeroyok Pemijat di Bandung Dibekuk

0
351
Penangkapan Tersangka.

Kabupaten Bandung,Nawacita – Satu tahun buron, pelaku pengeroyokan seorang pemijat yaitu Jumala, Warga Cimenyan, Kabupaten Bandung hingga tewas berhasil diringkus Satreskrim Polres Bandung.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, insiden pengeroyokan yang mengakibatkan Jumala tewas terjadi di depan salah satu cafe yang ada di Jalan Bojong Koneng Atas, Kampung Baru RT 03, RW 19, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kamis, 5 Febuari 2018 lalu. Pelaku dikeroyok oleh tiga orang.

Penangkapan tiga orang tersangka bernama Ara, D (di bawah umur) dan Iman dipimpinn langsung oleh Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik dan jajaran Unit Reskrim Polsek Cimenyan yang dipimpin oleh Kompol Sumiati, Kamis (24/1) lalu.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, para pelaku melakukan pengeroyokan tersebut dengan cara memukuli korban menggunakan tangan kosong hingga korban meninggal dunia.

“Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia berhasil kami ungkap. Kejadian ini terjadi setahun yang lalu, Kamis, 5 Febuari 2018, Pukul 02.00 WIB di Cafe Skyline,” katanya usai melakukan gelar perkara di Mapolres Bandung, Rabu (30/1/2019).

Indra mengungkapkan korban datang ke cafe tersebut untuk menawarkan jasa pijat. Ara dan Iman yang merupakan sekuriti di pos itu menjawab tidak ada yang ingin dipijat.

“Pulang dari kafe tersebut, korban sempat meraung-raungkan motornya. Ini yang menyebabkan pelaku emosi. Kemudian A (Ara) menghentikan korban, dan dibawa ke gang, ketika cekcok mulut datanglah kedua temannya D dan I (Iman) lalu melakukan pengeroyokan bersama-sama di gang tersebut, setelah itu korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Santo Yusup lalu dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Indra mengatakan awalnya polisi mendapatkan laporan bila kejadian ini sebagai kecelakaan. Namun polisi menelusuri kejadian yang sebenarnya karena menimbulkan kecurigaan. Bahkan, kuburan korban dibongkar kembali oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyidikan dan autopsi.

“Dari situlah, perjalanan panjang terjadi, pelaku melarikan diri hingga ke Depok, alhamdulillah Tanggal 24 Januari kerjasama antara Satreskrim Polres Bandung, Polsek Cimenyan dan Subdit 1 Kamneg Dirkimum Polda Jabar,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku utama dalam kejadian ini adalah Ara yang melarikan diri ke Depok. Setelah Ara tertangkap, dua orang pelaku lainnya D dan Iman juga diamankan.

“Pelaku sekarang sudah ditahan selama seminggu di Polres Bandung. Hubungan korban dan pelaku hanya kenal saja, karena korban berprofesi jasa pijat yang biasa memijat manajer cafe tersebut,” imbuhnya.

Dalam kejadian ini polisi hanya mengamankan celana yang digunakan korban saat kejadian. Tersangka diancam Pasal 170 KUHP Ayat 1 ke (3e) tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman 12 tahun penjara.

 

dtk

LEAVE A REPLY