Cerita Ahmad Dhani yang Siap Disidang untuk Kasus Pencemaran Nama Baik

0
415
Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani.

Surabaya,Nawacita – Setelah beberapa kali tertunda karena berbagai alasan, musisi Ahmad Dhani akhirnya merampungkan tahap II atau proses pelimpahan tersangka dan barang bukti dalam kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya.

Awalnya Dhani mendatangi Polda Jatim sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (17/1/2019). Setelah itu ia beranjak ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebab kasusnya dilimpahkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim ke Kejari Surabaya.

Ketika dimintai tanggapannya, Dhani mengaku tak ada yang spesial dengan proses hukum yang dijalaninya hari itu.

“Tahap II ya biasa aja, saya kan pernah di tahap II di Jakarta. Paling ya gitu-gitu aja, nggak ada perbedaan,” kata Dhani saat ditemui wartawan sebelum memasuki ruangan penyidik di Mapolda Jatim.

Namun Dhani sempat mengomentari bahwa kasusnya tak lebih sebagai kasus berbau politis dan terkesan mengada-ada.

“Kan saya selalu bilang bahwa kasus ini adalah kasus politis. Jadi memang polisi dan kejaksaan memang sudah terstigma menjadi alat kekuasaan, memang sudah terstigma menjadi alat kekuasaan,” ungkapnya.

Ditambahkan Dhani, kasusnya terkesan mengada-ada karena pelapor adalah orang partai yang memiliki akses khusus kepada Jaksa Agung.

“Dari awal kan saya sudah bilang karena sudah tahu yang melapor orang Nasdem dan kita tahu Nasdem punya akses kepada Jaksa Agung. Pasti di P21, biasa aja,” terangnya.

Meski demikian, ia justru berharap pihak pengadilan tak ‘terkontaminasi’ oleh pihak manapun sehingga persoalan hukumnya bisa segera terselesaikan.

“Saya optimis akan ada sidang. Saya akan buktikan tidak bersalah. Masak saya buktikan bersalah,” ungkapnya santai.

Dhani sendiri berada di Kejari selama 45 menit. Setelah itu pihak Kejari menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak ditahan karena pasal yang menjeratnya hanya memberikan hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Kasi Pidum Kejari Surabaya Didik Adyotomo menjelaskan bahwa Dhani dijerat pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 tentang ITE dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara dan denda paling besar Rp 750 juta.

“Tidak dilakukan penahanan sesuai dengan pasal 21 ayat 4 yang berisi suatu syarat melakukan penahanan adalah bisa memenuhi syarat objektif, yaitu ancamannya 5 tahun atau lebih. Kebetulan dalam kasus ini ancamannya hanya 4 tahun dan secara objektif tidak memenuhi syarat,” terang Didik.

Untuk selanjutnya, Didik mengatakan pihaknya akan melakukan pelimpahan berkas penuntutan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Pihaknya juga telah menyiapkan 6 Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kasus Dhani.

“Proses selanjutnya tentunya akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya dalam waktu dekat dan secepat mungkin,” lanjutnya.

Menengok ke belakang, pentolan band Dewa 19 itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada tanggal 18 Oktober 2018 silam.

Ujaran Dhani yang berujung pelaporan pencemaran nama baik ini sempat dilontarkannya dalam sebuah video yang kemudian diunggah ke akun Facebooknya.

Saat itu, Dhani yang hendak mengikuti deklarasi tagar 2019GantiPresiden di Surabaya dihadang oleh sejumlah massa Koalisi Bela NKRI. Dalam videonya, Dhani kemudian menyebut orang-orang yang menghadangnya sebagai idiot.

dtk

LEAVE A REPLY