Jokowi : Indonesia Bukan Antek China, Tapi China “Antek” Indonesia

0
408
Capres Nomer 01 Joko Widodo saat menghadiri deklarasi Repnas di Fairmont Jakarta, Akhir pekan lalu (3/11/2018).

Jakarta, Nawacita – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menepis tuduhan mengenai dirinya “antek aseng” alias lebih condong ke Tiongkok China selama menjabat presiden.

Hal itu diungkapkan dalam pidatonya di acara deklarasi pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Repnas (Relawan Pengusaha Muda Nasional), di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018). Jokowi mengaku dirinya pernah mendatangani kunjungan wisata 10 juta orang ke Indonesia. Jadi, angka  10 juta itu bukan tenaga kerja tetap wisatawan.

“Tenaga kerja China di Indonesia ada 24 ribu. Hati -hati, jangan ada lagi yang bilang 10 juta. Tenaga kerja Indonesia (kerja) di China sendiri ada 80 ribu. Belum ditambah di Hong Kong dan Taiwan. Mungkin ada 200.000-an,” ujar Jokowi.

“Lalu yang antek aseng yang mana? Kalau dibalik ya, tenaga kerja Indonesia di sana lebih banyak. Berarti mereka yang di sana yang antek-antek Indonesia, kalau bicara antek-antekan,” lanjut dia.

Jokowi mengatakan bahwa isu 10 juta tenaga kerja asal China menyerbu Indonesia itu berawal dari perkembangan ekonomi negara tirai bambu itu yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dampaknya, 180 juta warga Tiongkok berlibur ke penjuru dunia setiap tahunnya.

“Lalu saya bertanya-tanya, kita (Indonesia) apa enggak bisa dapat (sebagai tujuan turis China)? Saya minta dong ke Presiden Xi Jinping, minta 10 juta,” ujar Jokowi.

“Nah, sejak saat itulah dipelintir, masuklah itu isu 10 juta tenaga kerja Tiongkok masuk di Indonesia. Padahal, secara keseluruhan, tenaga kerja asing di Indonesia kecil sekali, hanya 1 persen,” lanjut dia.

Pernyataan Jokowi itu disambut peserta deklarasi dengan tepuk tangan dan sorak sorai. bdo/det

LEAVE A REPLY