Pakde Karwo Terima Penghargaan Gubernur Peduli Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan

0
271
Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mendampingi Mentan saat pembukaan lomba kontes ternak dan panen pedet di Puspa Agro Sidoarjo.

Sidoarjo,Nawacita.co – Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menerima penghargaan Gubernur Peduli Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penghargaan ini diserahkan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP kepada Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono yang mewakili Gubernur Jatim, dalam acara Kontes Ternak dan Panen Pedet Tingkat Nasional Tahun 2018 di Puspa Agro, Jemundo, Kab. Sidoarjo, Minggu (28/10).

Selain Gubernur Jatim, Menteri Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada Provinsi Jatim sebagai provinsi dengan akseptor terbanyak nasional yang diterima oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim.

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Jatim, Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono mengatakan, Jatim memiliki potensi pertanian dan peternakan cukup besar, serta merupakan lumbung pangan nasional. Dimana jumlah ternak sapi potong mencapai 4,57 juta ekor  yang berkontribusi 28 persen terhadap populasi nasional, dengan produksi daging 102.932 ton. Sementara jumlah ternak sapi perah di Jatim sebanyak 275.675 ekor yang berkontribusi 51 persen terhadap populasi nasional, dengan produksi susu segar sebanyak 513.715 ton.

Saat ini, lanjutnya, Jatim telah mampu mencukupi kebutuhan daging sapi dalam provinsi. Dimana kebutuhan daging sapi masyarakat Jatim kurang lebih 92.016 ton sedangkan produksi mencapai 103.625 ton.

“Untuk itu Jatim surplus daging sapi sebanyak 11.609 ton, dan mampu memasok sapi siap potong ke luar provinsi sebanyak kurang lebih 300 ribu ekor tiap tahun,” katanya.

Menurutnya, dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi, Pemprov Jatim telah melaksanakan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Tahun 2017, Jatim mendapatkan target inseminasi buatan (kawin suntik) sebanyak 1,36 juta akseptor (34 persen dari total target kawin suntik nasional) dan telah terealisasi sebanyak 1,69 juta (124 persen). Dengan realisasi kawin suntik 1,67 juta ekor, diharapkan terjadi kelahiran minimal 1,05 juta ekor.

Sedangkan pada tahun 2018, Jatim mendapatkan target kawin suntik sebanyak 1,29 juta ekor atau 43 persen dari total target kawin suntik nasional. Dengan capaian kinerja inseminasi buatan sampai dengan 10 Oktober 2018 adalah 1.7 juta dosis (125 persen), dengan tingkat kebuntingan 76 persen dan telah lahir sebanyak 772 ribu ekor.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP mengatakan, prestasi Provinsi Jatim luar biasa karena kelahiran sapi mencapai 1,3 juta ekor dalam satu tahun.

“Kalau saja ada lima provinsi seperti Jatim, kita bisa mensuplai daging ke negara tetangga. Bisa jadi lima tahun ke depan kita tidak lagi diskusi kebutuhan daging Indonesia,” katanya.

Menurutnya, capaian Indonesia dalam bidang peternakan sangat membanggakan. Dimana saat ini Indonesia mengekspor domba dan kambing ke Malaysia menggantikan posisi Australia. Sebagian besar komoditas ini berasal dari Jatim. Selain itu, Kementan juga telah mengekspor obat hewan ke 82 negara.

“Kami juga mengekspor berbagai komoditas lain seperti ayam, telur dan produk turunannya ke beberapa negara termasuk Jepang dan ini pertama kalinya dalam sejarah peternakan Indonesia,” katanya.

Dalam acara ini, Sekdaprov Jatim menyerahkan penghargaan kepada juara satu dari 12 kategori lomba kontes ternak dan panen pedet. Diantaranya, juara satu lomba pedet hasil kawin suntik yang diraih oleh Ahmad Budiono dari Kab. Situbondo, juara satu lomba sapi jantan hasil kawin suntik berat ekstrim yang diraih Priyo Santoso dari Kab. Kediri, dan juara satu lomba calon pejantan sapi Madura yang diraih oleh H.Rofiq dari Kab. Sumenep.

Selain itu, dalam acara yang mengambil tema ‘Dengan Peningkatan Populasi Ternak Menuju Lumbung Pangan Dunia’ ini juga diadakan launching Vaksin Flu Burung H9N2 produksi Pusat Veteriner Farma Surabaya

dny

LEAVE A REPLY