Cerita Sutopo Pernah Menolak Tawaran Jadi Humas BNPB

0
346
Raisa Andriana dan Sutopo Purwo Nugroho
Raisa Andriana dan Sutopo Purwo Nugroho

Jakarta,Nawacita – Nama Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi buah bibir dalam pekan ini. Profesionalisme Sutopo sebagai juru bicara BNPB saat terjadi bencana alam menbuat dia diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Presiden kemarin.

Jokowi mengaku kagum dengan dedikasi Sutopo dalam menjalani profesinya sebagai sumber informasi kepada masyarakat saat terjadi bencana. Padahal di satu sisi, Sutopo menderita penyakit kanker paru-paru stadium 4B.

“Ini saya kira sangat menginspirasi kita semuanya, bahwa dalam kondisi beliau yang sakit tetap masih mendedikasikan semangatnya untuk pekerjaan yang digelutinya dalam sekian tahun ini,” ucap Jokowi pada Jumat, 5 Oktober 2018.

Perjalan Sutopo hingga menjadi Humas BNPB berawal tawaran oleh Kepala BNPB saat itu Syamsul Maarif. Tepatnya saat Sutopo mendampingi Syamsul bertolak ke Mentawai Sumantera Barat yang baru diterjang tsunami pada Oktober 2010. Saat itu Sutopo merupakan Direktur Pengurangan Risiko Bencana di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “Saya ditawari dan saya tidak mau,” ujar Sutopo dalam wawancara dengan Koran Tempo.

Sutopo telah menjadi staf di BPPT sejak 1994. Selama tujuh tahun, alumnus Universitas Gadjah Mada itu diamanatkan di bagian hujan buatan. Hingga pada 2001, Sutopo digeser ke sumber daya alam dan bencana sampai 2010. Lalu Sutopo diangkat menjadi Direktur Pengurangan Risiko Benacana, sebelum dia ditawari Humas BNPB.

Sutopo saat itu emoh jika harus menjadi humas. Menurut dia, jabatan humas tidak keren lantaran rutinitas pekerjaan yang hanya meliput dan mempublikasi aktivitas bosnya. “Saya doktor, saya tidak mau,” ujarnya.

Penawaran jadi humas BNPB serta Kepala Pusdatin datang ketiga kalinya kepada Sutopo. Pada November 2011, Sutopo memutuskan menerimanya. Dia pun dilantik dengan rangkap dua jabatan tersebut.

Sutopo tak menyangka perjalananya di humas BNPB akan panjang hingga masuk tahun ke-8. Dia pun mengaku tidak mempunyai latar belakang komunikasi dan ilmu kehumasan. “Sambil jalan saja,” ujarnya.

Menurut Sutopo, seorang humas harus mempunyai prinsip. Baginya, humas harus cepat untuk menyebarkan informasi, khususnya saat ada krisis atau bencana dengan mengandalkan data dan fakta.

Dalam kondisi ada bencana, Sutopo mempercepat rilis yang harus disebar kepada wartawan. “Bayangan saya, satu wartawan bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan pembaca, saya tak mungkin jangkau semua itu,” ujarya.

Sutopo pun mengaku sudah akrab dengan media sejak dia masih di BPPT. Menurut dia, sebagai humas dia harus menjaga hubungan dengan para jurnalis dan mendata nomor-nomor wartawan untuk menyebar informasi soal kebencanaan.

Menjalani 8 tahun di Humas BNPB, Sutopo pantang untuk merasa jenuh. Menurut dia, seseorang itu harus mampu membesarkan jabatannya bukan dibesarkan oleh jabatannya.

tmpo

LEAVE A REPLY