PIC Hartsa Mashirul Sebut Kondisi Ekonomi Indonesia “Mengkhawatirkan”

0
269
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Nawacita.co – Presidium Indonesian Club (PIC) Hartsa Mashirul menyebut, saat ini Indonesia dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan.

Terlebih, dibawah pemerintahan Jokowi-JK kondisi ekonomi masyarakat makin sengsara.

“BBM non subsidi saja mengalami kenaikan mencapai delapan kali sejak pemerintahan Jokowi-JK, yang memberikan dampak pada ketidakstabilan harga kebutuhan pokok,” ujar Mashirul di Cafe Neighbor, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2018).

“Selain faktor kenaikan BBM, pemerintah juga masih gemar melakukan impor komoditas pangan. Seperti beras, gula, tepung, jagung, dan lain-lain. Non pangan juga seperti crude oil, migas, yang mengoyahkan sistem perekonomian nasional,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan PIC, kini beban belanja negara terus membengkak dengan besarnya beban impor komoditas pangan dan non pangan.

Akibatnya, beban pajak kepada rakyat terus dinaikkan dengan berbagai cara demi menutup defisit anggaran belanja negara.

Tak hanya itu, beban hutang yang menumpuk akibat memaksakan kebijakan pemerintah seperti infrastruktur juga harus ditanggung oleh rakyat.

Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang diterbitkan BI menyebutkan jumlah ULN secara total 358,7 US Dolar atau setara Rp 5.021 Triliun (Kurs Rp 14.000).

ULN tersebut tumbuh 8,7 % melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 10,4 %. Setiap kepala rakyat Ini akan selalu dibayang-bayangi beban hutang tiada henti.

ts

 

LEAVE A REPLY