Politikus PDIP Eva Sundari Bantah Terlibat Kasus Korupsi Bakamla

0
281
Politikus PDIP Eva Sundari
Politikus PDIP Eva Sundari

Jakarta, Nawacita.co – Politikus PDIP Eva Sundari membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Saya tidak pernah mengetahui rencana, diajak rapat, bahkan melakukan lobby-lobby. Saya tidak punya posisi strategis apapun di DPR kecuali anggota biasa,” kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Eva mengatakan, tidak mengenal Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Esa Fahmi Darmawansyah yang menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa Nofel Hasan, eks Kepala Biro Perencaan Bakamla, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 24 Januari 2018.

“Silahkan tanya yang bersangkutan, kenal saya tidak? Ngomong-ngomong atau salaman dengan saya? Mambahas hal tersebut dimana dan kapan? Lagipula saya tidak di Litbang, tugas saya di kaderisasi,” terangnya.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menerima sepeserpun aliran dana proyek Bakamla.

“Biar penyidik ngikuti aliran duit aja. Apa ada yang ke saya? Karena saya tidak terima duit dari siapapun untuk nama proyek yang saya baru tahu di koran tersebut. Tampaknya nama saya dicatut, meski bukan pejabat partai maupun pejabat di DPR,” katanya.

Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah mengatakan sejumlah anggota DPR menerima uang dari proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang dibagikan oleh Staf Khusus Bidang Perencanaan dan Anggaran Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ali Fahmi Habsyi yang juga politikus PDI Perjuangan (PDIP).

Fahmi menyebut salah satu yang menerima adalah Eva Sundari dan Anggota Komisi XI Bertus Merlas. Hal ini terungkap dalam persidangan dengan terdakwa Nofel Hasan, eks Kepala Biro Perencaan Bakamla, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 24 Januari 2018.

TS

 

LEAVE A REPLY