Menpar Serahkan Bantuan Peralatan Untuk Pemulihan Pascagempa Lombok

0
293
Menteri Pariwisata Arief Yahya
Menteri Pariwisata Arief Yahya

Jakarta, Nawacita.co –  Menteri Pariwisata Arief Yahya memaksimalkan kunjungan kerja ke Lombok bukan hanya meninjau langsung tapi juga menyerahkan bantuan peralatan untuk pemulihan pascagempa.

Untuk memastikan program pemulihan Lombok Bangkit, Arief meninjau langsung kondisi 3 Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat (Barat).

Di Gili Trawangan, Arief meninjan kondisi penginapan, yaitu Pondok Santi dan Vila Ombak Hotel. Menpar berbincang dengan pemilik dan pengelolanya. Pemilik mengungkapkan, mereka terus bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan kerusakan penginapan yang ditargetkan selesai minggu depan.

“Mereka terus berupaya memperbaiki bangunan. Pondok Santi menargetkan untuk buka kembali pada tanggal 1 September 2018,” ujar Arief Yahya, Kamis (30/8).

Dalam kesempatan ini, Menpar juga menyerahkan secara simbolis peralatan kerja pendukung pemulihan pariwisata di 3 Gili kepada TNI dan Polri. Peralatan tersebut berasal dari kalangan industri pariwisata dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

“Peralatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pariwisata yang secara berturut-turut difokuskan di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Senggigi, dan Mangsit,” ungkap Arief Yahya.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan juga meninjau model tenda yang disumbang Kila Senggigi Beach Lombok. Tenda ini diberikan kepada karyawan yang terdampak gempa dan kepada komunitas penggalang bantuan gempa.

“Semua stakeholders bersatu untuk memulihkan pariwisata Lombok dan membantu masyarakat setempat. Saya berharap trauma yang dialami teman-teman segera pulih dan beraktivitas seperti biasa,” tutur Arief Yahya.

Terkait atraksi, Arief Yahya juga mengunjungi terminal penyeberangan dan Pusat Oleh-Oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara di Pelabuhan Teluk Nara. Dalam pantauannya, memang ada beberapa bangunannya mengalami kerusakan.

“Saya sudah minta Pak Gubernur NTB mengirim surat ke Kemenhub dan ditembuskan ke Kemenpar, untuk dilakukan percepatan. Ini adalah tempat wisata, karena itu harus dilakukan percepatan,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

cnn

 

LEAVE A REPLY