Pertamina Tarik 81 Tabung LPG 3 Kg Dari Para Pengusaha Industri Makanan

0
257
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Tim Monitoring Penggunaan LPG 3Kg Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), kembali menemukan 108 tabung gas LPG ukuran 3 kg yang dipergunakan para pengusaha industri makanan skala menengah di Wonosobo, saat inspeksi di 11 lokasi usaha.

Dari 108 tabung tersebut, 81 tabung di antaranya berhasil ditarik oleh tim monitoring dan ditukarkan dengan 41 tabung 5,5 kg nonsubsidi. Inspeksi melibatkan instansi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pertamina, dan Kepolisian Wonosobo.

Disperindag Wonosobo memberikan himbauan tentang peruntukan LPG 3 kg, dan mengajak para pelaku usaha untuk menukar tabung 3 kg ke tabung 5,5 kg nonsubsidi.

“Pelaku usaha yang diperkenankan menggunakan LPG subsidi adalah pengusaha dengan omset maksimal Rp 1 juta/hari sehingga sudah jelas bahwa pelaku usaha ini tidak bisa menggunakan LPG bersubsidi,” ujar Nourma, bagian pengawas distribusi barang kebutuhan pokok Disperindag Wonosobo, Kamis (30/8).

Lokasi usaha yang diinspeksi adalah 2 usaha katering, 1 toko makanan ringan, dan 8 produsen carica kemasan di mana seharusnya mereka sudah menggunakan LPG Nonsubsidi.

Sales Eksekutif LPG Rayon VIII Pertamina Ardian Dominggo Wiryosukarno menjelaskan, dalam sidak ini Pertamina memberikan trade in (tukar tabung) dengan LPG 5,5 kg secara gratis.

“Kami berikan secara gratis penukaran 2 tabung LPG 3 kg, dengan 1 tabung LPG 5,5 kg, dan saat ini kami sudah memberikan 41 tabung LPG 5,5 kg dengan menukar 82 tabung LPG 3 kg ” tambahnya.

Unit Manager Communication and CSR MOR IV Andar Titi Lestari mengatakan, dari kegiatan ini Wonosobo mendapat potensi penghematan kuota LPG bersubsidi 28-37 tabung/hari dan apabila dikalikan 30 hari maka penghematan selama sebulan adalah 840 hingga 1.110 tabung LPG 3 kg selama sebulan untuk kuota Wonosobo.

“Kami kembali meminta kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah untuk menggunakan LPG Non Subsidi, agar kuota LPG 3 kg bersubsidi dapat tepat digunakan sesuai peruntukannya yaitu Rumah Tangga Kategori Miskin dan UMKM,” ujar Andar.

josstoday

 

LEAVE A REPLY