Perjuangan Para Atlet Tanah Air

0
351
Para Atlet Tanah Air Indonesia
Para Atlet Tanah Air Indonesia

Nawacita – Perjuangan yang begitu panjang akhirnya terbayar dengan manis saat medali emas Asian Games 2018 dikalungkan di leher para atlet Tanah Air. Kebanggaan dan haru begitu terasa ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan di berbagai gelanggang.

Air mata dan keringat yang mengucur terbalas impas dengan prestasi yang ditorehkan di titik puncak. Para juara Asia itu terlahir.

Hingga Rabu (29/8), sebanyak 30 medali emas berhasil diboyong kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018. Jumlah itu melebihi target yang diinginkan oleh Presiden Jokowi yakni 16 emas, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai perolehan terbanyak medali bagi Indonesia sepanjang gelaran Asian Games.

Banyak yang harus dikorbankan oleh para juara Asia ini. Selama masa persiapan, mereka harus rela jauh dari keluarga, mengorbankan sekolah, hingga melewatkan momen penting yang seharusnya mereka hadiri.

Defia Rosmaniar, salah satunya. Atlet kelahiran 25 Mei 1995 ini tidak bisa menghadiri pemakaman ayahnya karena harus menjalani training camp di Korea Selatan untuk persiapan Asian Games 2018. Di tengah masa training itu sang ayah yang selama ini menjadi supporter utama Defia berpulang ke Yang Maha Kuasa.

“Dan saat ayah wafat itu pengorbanan banget bagi aku. Gimana caranya aku harus profesional aku atlet elite, aku punya tanggung jawab untuk Indonesia,” ungkap Defia.

Senada dengan Defia, Eko Yuli, atlet angkat besi peraih medali emas dengan total angkatan 311 kg ini harus rela tidak bisa menemani istri yang tengah hamil tua karena menjalani latihan intensif untuk persiapan Asian Games.

Selain Defia dan Eko, masih banyak cerita-cerita atlet lainnya. Mereka berbagi kisah tentang perjuangan, pengorbanan dan kemenangan yang diraihnya.

Simak cerita mereka selengkapnya dalam konten spesial kumparan dengan follow topik Emas Para Juara Asia.

kumparan

 

 

LEAVE A REPLY