Anies Ingin Jakarta Adopsi Pola Pembinaan Olahraga Seperti di Brasil

0
260
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Nawacita – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin pembinaan olahraga di Jakarta mengadopsi pola yang diterapkan di Brasil. Anies menyebut pola pembinaan olahraga di Brasil menerapkan prinsip meritokrasi atau memberikan kesempatan berdasarkan kemampuan.

Anies menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam acara peresmian arena bisbol Asian Games 2018 di Gelanggang Olahraga (GOR) Rawamangun, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (13/8/2018).

Anies awalnya berbicara tentang penelitian pengelolaan sepak bola di Brasil, baik dari segi pemain maupun sarana dan prasarananya. Penelitian tersebut menyimpulkan pola pengelolaan sepak bola di Brasil menggunakan prinsip meritokrasi.

Anies ingin pola tersebut juga diterapkan di Jakarta. Dia berjanji pemerintah tak akan segan untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar.

“Kita jadikan Jakarta tempat di mana fasilitas olahraga dikelola dengan prinsip meritokratik. Siapa saja bisa pakai, siapa saja bisa menggunakan, dan itu artinya pemerintah yang harus mengeluarkan dana. Untuk membangun yang lain kita bisa keluarkan dana besar sekali, kenapa untuk olahraga kita tidak keluarkan, kita siapkan” kata Anies.

“Itu artinya nanti anak dari mana saja bisa tumbuh dan berkembang karena fasilitasnya ada dan Indonesia punya bibit yang luar bisa, tinggal fasilitas kita ini diberikan kesempatan yang sama untuk semua,” imbuhnya.

Anies menuturkan arena olahraga dengan kualitas internasional bukan tempat untuk pamer di media sosial. Eks Mendikbud itu ingin arena olahraga menghasilkan pemain-pemain berkualitas internasional juga.

“Kita berharap lapangan ini semua bisa dimanfaatkan. Kita memiliki lapangan-lapangan kelas dunia bukan untuk difoto, selfie dan Instagram, tapi ini dipakai untuk warga Jakarta. Indah dipandang itu baik, tapi hebat digunakan itu jauh lebih baik,” terang Anies.

Arena bisbol untuk Asian Games di GOR Rawamangun itu dibangun menggunakan anggaran dari kebijakan koefisien luas bangunan (KLB). Untuk membangun arena tersebut memakan biaya mencapai Rp 39 miliar.

dtk

 

 

 

LEAVE A REPLY