Kemenpar Arief Yahya Minta Maskapai Bantu Turis Pasca Gempa di Lombok

0
300
Kondisi Bandara di Lombok
Kondisi Bandara di Lombok

Nawacita – Gempa Lombok 7 SR mengguncang sampai Bali dan sekitarnya. Menpar Arief Yahya meminta pihak maskapai memudahkan wisatawan yang ingin terbang usai gempa.

Seperti dalam rilis yang diterima, Senin (6/8/2018) Menteri Pariwisata Arief Yahya memantau bandara dan maskapai khususnya, penerbangan dari dan ke Lombok serta Bali. Banyak wisatawan ingin pergi dari Lombok dan Bali.

“Saya pantau, permintaan orang keluar Lombok dan Bali via airlines dan airports, baik di Lombok maupun Bali. Pak Judi Rifa dan Pak Robert Waloni langsung mencari tambahan pesawat atau extraflights, dan sekaligus slots untuk pergerakan pesawat baru dari dan menuju Lombok-Bali,” katanya.

Ia juga mengimbau pihak maskapai juga dapat membantu penumpang untuk melakukan penjadwalan ulang, atau membantu perencanaan perjalanan lainnya. Bencana alam ini adalah force majeur di luar rencana liburan wisatawan.

“Mohon dibantu sepenuhnya dan tidak mengenakan penalty. Para traveler ini harus mengubah schedule bukan karena rencananya. Tetapi situasi bencana, sehingga harus terbang lebih awal dari rencana. Situasinya mirip dengan hotel di hari pertama,” tambah Arief.

Selain itu, Robert Waloni, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Akses dan Infrastruktur mengatakan beberapa maskapai juga telah menyediakan extra flights. Hal ini untuk mendukung kebutuhan penumpang.

“Bandara LOP Lombok Praya atau Lombok International Airport juga terus melakukan pelayanan prima. Bahkan kali ini LOP buka 24 jam penuh untuk mengantisipasi jika harus menambah ekstra pesawat ke mancanegara,” ujarnya.

Arief tidak mau menutup-nutupi situasi terkini di Lombok dan Bali akibat gempa bumi itu. Menpar tegaskan untuk selalu menyiapkan Akses, Amenitas dan Atraksi (3A). Akses itu meliputi maskapai, bandara dan otoritas atau Airnav. Itulah yang menjadi prioritas wisatawan selama terjadi bencana.

“Dan itulah yang terus kita pantau dan mencarikan solusi terbaik,” ujar Menpar Arief Yahya.

dtk

 

LEAVE A REPLY