Sandiaga Uno: Pentingnya ke Moskow

0
402
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Nawacita – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bicara soal pentingnya kunjungan kerja ke Moskow, Rusia. Menurutnya kunjungan kerja ini penting demi menarik investasi untuk membuka lapangan kerja baru.

Sandi menjelaskan, sebelum bertolak ke Moskow dirinya sempat melakukan rapat koordinasi khusus dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Pertemuan tersebut membahas bagaimana meningkatkan investasi.

“Di Rusia khususnya Moskow ini sangat maju dan ini yang menjadi topik dan tugas utama kita ke sini adalah menarik investasi untuk membuka lapangan kerja di Jakarta,” kata Sandiaga saat berbincang dengan detikcom di The Institute of Asian and African Countries at Lomonosov Moscow State University, Moskow, Rusia, Rabu (1/8/2018) malam.

“Kita ingin meningkatkan investasi. Makanya misi di sini bungkusnya kebudayaan lebih banyak, tapi sebetulnya kita pengen menarik investasi dari Rusia karena mereka ini kebetulan kebanjiran capital di sini. Jadi kita ingin menawarkan program investasi di DKI berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pembangunan di sektor pariwisata, pembangunan juga yang berkaitan dengan industri teknologi,” sambungnya.

Sandiaga mengatakan, setibanya di Moskow dirinya langsung bertemu dengan para pihak terkait membahas kerja sama sister city. Sandi ke Moskow bersama Kadin Jakarta, pengusaha serta Ketua dan para anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi DKI Jakarta.

“Ada pertemuan dengan Kadin Moskow, ada dinner sama investor Rusia mereka ingin meningkatkan hubungan perdagangan. Kan sekarang kita butuh investasi nih. Kemarin arahan Bapak Presiden (Jokowi) kan kita ekonominya kan lagi menghadapi tantangan kan. Cadangan devisa terus turun, investasi mesti digenjot,” jelasnya.

“Nah yang sudah konkret batik tadi, kita dapat pemesanan langsung batik Betawi. Jadi ini salah satu yang IWAPI dan gerakan program OK OCE lagi mendorong adalah bahwa kita juga bisa menambah devisa dengan mengekspor kain batik Betawi ke Rusia. Di sini rupanya banyak peminatnya. Jadi ini bentuk ekonomi kreatif yang juga kita akan dorong karena membuka lapangan kerjanya juga cukup signifikan. Satu usaha batik bisa buka antara 10-20 lapangan kerja baru. Tadi juga ada tentang pengusaha Jakarta yang mendapatkan suplai lada, pala maupun kayu manis semuanya dikemas dikerjasamakan dengan pengusaha Rusia. Jadi yang seperti ini ekspor-ekspor kecil, tapi dari skala UKM, yang kita harapkan bisa juga membantu perekonomian di Indonesia, Jakarta, sekaligus juga bisa membuka lapangan kerja,” papar Sandi.

Selain menarik Investasi, Sandi juga menawarkan kerja sama di sektor transportasi.

“Kita menawarkan sektor transportasi, banyak produk-produk LRT fasilitas penunjangnya itu juga diproduksi oleh Rusia. Dia sistem transportasinya baik. Rusia juga tadi mau berinvestasi di sektor teknologi digital terutama yang berkaitan dengan safe city, jadi face recognition dan pengelolaan dari aspek keamanan dari sebuah kota itu mereka melihat potensi untuk investasinya,” ujarnya.

Sandi mengatakan dirinya juga belajar bagaimana Wali Kota Moskow mengelola kota. Dia berharap hal-hal bagus yang diterapkan di Moskow bisa diaplikasikan di Jakarta, khususnya dalam aspek keamanan. Dia mengaku belajar kiat sukses Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia untuk diterapkan di Asian Games 2018.

“Di Moskow ini ada 160 ribu CCTV dibandingkan hanya 6.000 di Jakarta. Ini kita bisa banyak bertukar pengalaman dan ini merupakan satu kesempatan emas bagi Jakarta untuk belajar juga dari Moskow karena kita akan host Asian Games. Dalam kurang dari 18 hari Asian Games akan ada di Jakarta dan di Indonesia. Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik,” kata Sandi.

Kunjungan kerja Sandiaga ke Moskow disindir Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono. Dia menilai Sandi hanya jalan-jalan karena sudah penat mengurus Jakarta.

“Baguslah, jalan-jalan buat refreshing. Mungkin di Jakarta (Sandiaga) sudah pening,” kata Gembong sambil tertawa kepada wartawan, Rabu (1/8).

Gembong mengaku diajak Sandiaga ikut kunjungan kerja ke Moskow. Namun Gembong menolak ajakan tersebut. Gembong enggan menerima ajakan Sandiaga karena menilai waktu kunjungan tidak tepat. Menurutnya, menjelang Asian Games, para pemangku kebijakan seharusnya berada di Jakarta.

“Momentumnya dulu yang harus tepat. Pak Sandi ketika kunjungan ke luar negeri harus lihat momentum dulu. Pas kemarin ke Amerika saya katakan jalan-jalan. Sekarang saya bicara momentum. Momentum hari ini tidak tepat karena kita sedang punya hajat besar, Asian Games,” kata Gembong.

detik

 

 

LEAVE A REPLY