Pesan Jokowi Untuk Kepala Daerah: Tekan Inflasi, Dorong Investasi

0
352

Nawacita – Lompatan prestasi dalam mengelola laju inflasi ditegaskan Presiden Joko widodo (Jokowi) harus terus dilakukan. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah yang semakin baik ini diharapkan dapat membawa inflasi turun ke rentang 1 persen-2 persen layaknya negara maju.

Namun, di masa transisi yang dibayangi ketidakpastian ini, Jokowi meminta agar kepala daerah bisa gesit meresponnya. Apalagi ada dua masalah besar yang harus dicari jalan keluarnya yakni defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Di mana, dua masalah ini bisa membuat inflasi membengkak dan rupiah makin loyo.

“Fundamental bisa kita perbaiki, kita akan menuju negara yang tidak akan terpengaruh ketidakpastian global. Neraca perdagangan ekspor impor, banyak masalahnya di investasi, ekspansi usaha. Makanya saya titip ke bupati, wali kota, investasi yang orientasi ekspor atau subsitusi impor sudah jangan ada pembicaraan lagi, ‘tutup mata’, sudah disuruh bangun si investor itu. Ini yang kita butuhkan. Jangan tanya macam-macam sehingga batal investasi di daerah bapak ibu semua,” ujarnya dalam pembukaan Rakornas TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), di Jakarta, Kamis (26/7).

Jokowi juga menyoroti soal pariwisata yang bisa menghasilkan devisa negara. Dalam, hal ini kepala daerah diperintahkan untuk membuka ruang besar bagi investasi, terutama daerah yang sudah mulai gencar wisatawannya baik lokal maupun asing.

Kepala daerah, sambungnya juga jangan terjebak oleh hal yang bersifat administratif. “Jangan inflasi sudah tinggi tidak mengerti, duduk manis di kantor, percuma pertumbuhan tinggi tetapi inflasi 9 persen, tekor 4 persen. Yang benar itu pertumbuhan ekonomi 7 persen, inflasi 2 persen, baru rakyat merasakan,” ujarnya.

Jokowi juga berpesan agar para kepala daerah bisa saling berkomunikasi, sehingga tidak ada ketimpangan antardaerah. Selain itu, daerah menurutnya juga harus memikirkan keberadaan pasar induk. Hal itu guna mempermudah distribusi barang dan menekan biaya logistik, sehingga inflasi bisa dijaga.

Dalam Rakornas yang dihadiri 532 TPID ini, Presiden Jokowi juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang TPID berprestasi tingkat kabupaten kota yakni Deli Serdang, Bangli, Banjar, Bitung, dan Manggarai Timur. TPID terbaik tingkat kabupaten kota kota yakni Padang, Kediri, Samarinda, Makassar, dan Ternate. TPID terbaik tingkat provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Di acara yang sama, Ketua TPID sekaligus Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, TPID yang terbentuk sejak tahun 2008 sudah menunjukkan kinerjanya yang positif. Hal itu terlihat dari data bahwa setelah 73 tahun Indonesia merdeka, negara ini telah menjadi negara pendapatan menengah yang makin kuat dan kokoh, ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir juga rata-rata tumbuh 5,4 persen per tahun. Bahkan, triwulan I tercatat tumbuh 5,1 persen yang merupakan angka tertinggi slama tiga tahun terakhir di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya mengejar tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi semata, namun juga stabilitas dan kesinambungannya. Hal itu didukung inflasi yang rendah, tiga tahun terakhir bisa dijaga di rentang sasaran 3,35 persen, bahkan inflasi Ramadan terendah dalam tujuh tahun terakhir.

“Selain inflasi rendah dan stabil pertumbuhan ekonomi juga harus berkualitas. Tingkat kemiskinan tercatat 9,82 persen, single digit, ini titik terendah sejauh tahun 1970. Rasio ketimpangan 0,389 persen sejak Maret 2012,” ucap Darmin.

jt

LEAVE A REPLY