Menpar: LCCT Penting untuk Dongkrak Wisman

0
243

Nawacita – Menteri Pariwisata Arief Yahya makin serius menggenjot terminal berbiaya murah atau Low Cost Carrier terminal (LCCT) dan bandar udara berbiaya rendah atau Low Cost Carrier Airport (LCCA).

Keseriusan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Pariwisata di Kementerian Pariwisata, Kamis (26/7). Menurutnya, LCCT adalah komponen penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kita punya target wisman 17 juta sampai akhir 2018. Kalau tidak punya LCCT, target itu tidak tercapai. Jumlah Low Cost Carriers tumbuh 55 persen per tahun. Di Indonesia sendiri LCC (Low Cost Carrier) tumbuh sekitar 12 persen per tahun. Dan itu kurang, kita butuh 21 persen untuk menggapai target wisman tahun 2018,” kata Menpar.

Menurut data terakhir Kementerian Pariwisata, wisman masuk sampai akhir tahun 2017 berjumlah 14 juta. Itu artinya, Kemenpar memiliki pekerjaan rumah untuk mendatangkan 3 juta wisman sampai akhir 2018 nanti. Arief mengklaim sebagian besar angka wisman akan terpenuhi bila bandara berbiaya rendah dicanangkan.

LCCT akan menjadi lokasi pendaratan maskapai berbiaya rendah atau LCC. Sementara itu, Indonesia tidak memiliki LCCT. Maskapai LCC yang masuk Indonesia akan membayar biaya pajak dengan tarif full service carrier terminal (FSC).

Bila LCCT diterapkan, sejumlah keuntungan akan dirasakan, khususnya bagi pelancong dengan bujet terbatas atau backpacker dan bagi perusahaan maskapai berbiaya rendah.

Managing Director Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, biaya penjualan tiket maskapai seperti AirAsia, Lion Air, Wings Air, dan Malindo, dimungkinkan mengalami penurunan. Namun bisa terbantu dengan LCCT.

“Mungkin dengan adanya LCCT, tarif pajak bandara bisa diturunkan. Bila semula Rp150 ribu, mungkin saja bisa jadi Rp50 ribu. Komponen tiket untuk penumpang juga akan ikut turun,” ujarnya di Kementerian Pariwisata di sela-sela rakornas.

Bandara yang dimungkinkan menjadi LCCT adalah Terminal 2 di Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Banyuwangi, Bandara Silangit dan Bandara Komodo di Labuan Bajo.

“Kalau sudah dideklarasi menjadi LCCT, tarif penjualan tiket maskapai pun akan disesuaikan. Kami tinggal menunggu pengumuman pihak Angkasa Pura menginformasikan tarif bandara,” ujar Daniel.

Di kesempatan yang sama, AirAsiaGroup Chief Executive Officer (CEO) Dendy Kurniawan juga menyambut gembira LCCT yang rencananya tereasliasi tahun ini.

“Dengan adanya LCCT, sudah pasti passengger service charge (PSC) akan lebih murah, karena saat in PSC dibebankan ke penumpang,” ujarnya.

Menurut Dendy, di era milenial saat ini penumpang makin selektif.

“Di luar negeri perkembangannya lebih ke smart treveler. Lebih selektif. Ngapain juga saya bayar mahal-mahal kalo sampai ke destinasinya sama saja. Apalagi era milennial saat ini sudah tidak terlalu peduli tentang masalah ini. Yang penting sampai di destinasi tujuan. Harga tiketnya lebih terjangkau, kelas mana pun juga akan tertarik sehingga berkunjung ke Indonesia bisa lebih atraktif,” ujarnya.

cni

LEAVE A REPLY