Panglima TNI saksikan Secara Langsung lahan terbakar di Sumsel

0
231
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Nawacita – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ikut patroli menggunakan helikopter di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Hasilnya, Hadi menyaksikan secara langsung lahan yang terbakar.

Panglima mengungkapkan, areal yang terbakar berada di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal itu dilihatnya dari ketinggian 4.000 meter.

“Ya, sebelum terbang saya minta ke pilot di atas tempat kebakaran. Ya, memang saya melihat satu titik, dari laporan BMKG sembilan titik. Tapi saya melihat yang berasap hanya satu titik di Tulung Selapan,” ungkap Hadi di Palembang, Selasa (24/7).

Dari pantauannya, Hadi melihat awan potensial untuk dilakukan hujan buatan. Dirinya meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk segera melakukan teknologi modifikasi cuaca agar kebakaran bisa ditekan.

“BPPT sudah melihat dan langsung merespons,” ujarnya.

Dia mengatakan, karhutla harus ditanggulangi karena menyangkut harga diri bangsa. Sebab, dalam waktu dekat digelar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

“Saya akan konsen karena menyangkut harga diri bangsa. Saya minta Asian Games berjalan lancar dan peserta menjalankan aktivitas tidak ada gangguan asap,” ujarnya.

Menurut dia, dari laporan yang diterimanya, personel pemadam baik dari BNPB, TNI dan Polri sudah memadai. Namun, dirinya siap menurunkan personel tambahan jika dibutuhkan.

“Personel sudah dihitung, namun dari laporan BNPB ada tambahan di wilayah-wilayah yang harus ditunggu TNI-Polri. TNI-Polri menjadi satu dalam rangka mencegah terjadi kebakaran, tidak ada ampun,” tegasnya.

Panglima meminta tim untuk menambah alat ukur tingkat kebasahan. Cara ini dipercaya cukup efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran terutama di lahan gambut. Fasilitas pendukung lain harus dilengkapi dan dikoordinasikan dari masing-masing instansi, seperti peralatan, transportasi komunikasi, dan data satelit.

“Jangan sampai tingkat kebasahan sampai titik kuning, sebelum masuk titik kuning, kita sudah melakukan pencegahan,” kata dia.

Dia menambahkan, karhutla muncul disebabkan ulah manusia. Siapapun yang kedapatan membakar lahan akan ditindak tegas sesuai perundang-undangan.

“Kebakaran itu 99 persen dibakar, cuma menangkap siapa yang membakar masih terus kita kejar. Danrem juga diikuti, di situ ada obat nyamuk korek api juga bisa terbakar, mereka sembunyi dimana. Maka kita akan ada operasi pagar betis, kalau ketahuan jelas pidana,” katanya.

mrdk

 

LEAVE A REPLY