Kalapas Sukamiskin Klaim Wahid Husen Hanya Punya Harta Rp 600 Juta

0
216
Wahid Husen
Wahid Husen

Nawacita – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen; Hendry Saputra yang merupakan orang kepercayaan Wahid; Fahmi Darmawansyah, seorang napi korupsi; dan Andri yang merupakan napi umum sekaligus napi pendamping untuk Fahmi sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lapas Sukamiskin.

Wahid diduga menerima suap dari Fahmi berupa uang sekitar Rp 279.920.000 dan USD 1.400 serta dua mobil jenis Mitsubishi Pajero Sport Dakkar dan Mitsubishi Triton Exceed. Suap ini diberikan agar Fahmi yang merupakan terpidana perkara suap proyek di Bakamla itu mendapat fasilitas sel atau kamar. Tak hanya itu, suap ini juga diberikan agar Fahmi mendapat kemudahan untuk keluar masuk tahanan.

Meski menerima suap yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar, Wahid mengaku hanya memiliki harta sekitar Rp 600 juta. Pengakuan ini setidaknya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Wahid kepada KPK.

Dari laman acch.kpk.go.id yang diakses pada Senin (23/7) pagi, Wahid diketahui terakhir melaporkan harta kekayaannya pada Maret 2015. Padahal Wahid sudah menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018.

Dalam LKHPN terakhirnya, Wahid mengaku memiliki total harta senilai Rp 608.006.859 dan US$2.752. Total harta ini menurun dibandingkan kekayaan yang dilaporkannya pada 29 Februari 2014, sejumlah Rp 714.609.023.

Harta kekayaan Wahid ini terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan seluas 250 meter persegi dan 146 meter persegi di Kabupaten Bandung yang ditaksir senilai Rp 235.950.000. Sementara untuk harta bergerak berupa alat transportasi, Wahid mengaku hanya memiliki dua unit mobil, yakni mobil Toyota Kijang Innova senilai Rp 230 juta dan mobil Suzuki senilai Rp 105 juta.

Selain itu, Wahid mengaku memiliki harta berupa peternakan sapi dan kambing sebanyak 20 ekor dengan nilai sekitar Rp 150 juta. Harta bergerak lainnya yang dimiliki Wahid berupa logam mulia senilai Rp 7.875.000 dan benda bergerak lainnya senilai Rp 3.600.000.

Untuk giro dan setara kas lainnya, Wahid mengaku memiliki harta senilai Rp 38.546.674 dan USD 2.752. Dalam LHKPN ini, Wahid juga mengaku memiliki utang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 82.964.815 dan pinjaman barang sebesar Rp 80.000.000.

jt

LEAVE A REPLY