Inalum Ibaratkan HoA Freeport bagai secercah cahaya di perjalanan gelap divestasi

0
214
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Ilustrasi.

Nawacita – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berupaya mengembalikan kedaulatan negara di pertambangan dengan mengupayakan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Pihak-pihak terkait seperti Inalum, Freeport McMoRan, dan Rio Tinto sudah menandatangani Heads of Agreement (HoA) pada Juli 2018 lalu.

Head of Corporate Communication PT Inalum, Rendi Achmad Witular, mengungkapkan ada tiga kesepakatan HoA yang harus diselesaikan oleh pemerintah Indonesia.

“HoA ini jangan terjebak kontroversi ikat mengikat. Kami melihat ibaratnya di dalam perjalanan (divestasi) itu gelap tidak pernah terlihat ujungnya di mana. HoA ini secercah cahaya memberikan harapan ada jalan keluarnya itulah yang kita anggap HoA. Karena bagian dari komponen terberat dalam divestasi sudah terselesaikan yakni harga dan struktur transaksi,” ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat, di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (23/7).

Rendi menjelaskan, salah satu isi kesepakatan adalah Inalum akan membeli saham Freeport senilai USD 3,85 miliar USD dengan pembagian USD 3,5 miliar untuk saham Rio Tinto di Freeport, kemudian sisanya USD 350 juta untuk saham Indocooper di Freeport. “Jika Rio Tinto ini tidak diselesaikan akan berdampak pada berkurangnya pendapatan negara dari deviden. Karena mulai 2022, Rio Tinto akan langsung mendapatkan 40 persen hak dari produksi hingga 2041,” jelasnya.

Randy mencontohkan, jika produksi 100 ton, maka Rio Tinto akan langsung mendapatkan 40 ton, dan sisanya 60 ton dibagi antara Indonesia dan FCX yang hasilnya tercermin dalam dividen. “Maunya kita membeli saham FCX dan hak terkait Rio Tinto,” tutupnya.

mrdk

 

 

LEAVE A REPLY