Peneliti Temukan 100 Kuadraliun Berlian Dalam Perut Bumi

0
437
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard Universit, dan University of California di Berkeley baru-baru ini mendetekasi ada lebih dari 100 kuadriliun ton berlian yang tersimpan di dalam perut Bumi.

Berlian terdapat pada lapisan bebatuan kraton, yaitu lempeng benua yang stabil. Kraton berbentuk seperti gunung terbalik, terletak di tengah lempeng tektonik, dan dapat mencapai kedalaman sekitar 322 kilometer.

“Ini menunjukkan bahwa berlian mungkin bukan merupakan mineral yang langka, melainkan cukup lazim dalam skala geologi,” ujar Ulrich Faul, salah satu peneliti dari MIT.

Untuk menemukan keberadaan berlian, tim peneliti menggunakan gelombang suara atau data seismik untuk mengetahui apa saja yang terdapat di bawah permukaan bumi. Teknologi yang sama seperti yang digunakan saat untuk merekam aktivitas gempa bumi.

Gelombang suara bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda, bergantung pada komposisi, temperatur, dan kepadatan batuan serta mineral yang dilewatinya.

Dengan membandingkan kecepatan tersebut, tim peneliti memperkirakan tipe bebatuan apa saja yang ada di dalam perut Bumi. Dalam hal ini, mereka menemukan bahwa gelombang suara bergerak lebih cepat ketika melewati akar-akar kraton–jauh lebih cepat dari yang sudah diperkirakan sebelumnya.

Setelah melakukan sejumlah percobaan di laboratorium, ditemukan bahwa kecepatan seperti itu terekam ketika gelombang suara bergerak melewati batu yang mengandung satu hingga dua persen berlian.

Dilansir Business Insider, untuk memperkirakan jumlah total berlian di bumi, mereka mengasumsikan akar-akar kraton terbuat dari satu sampai dua persen berlian, dikalikan dengan jumlah kraton yang tersebar di seluruh dunia. Angka yang didapat adalah 10 kuadriliun ton berlian.

“Kita tidak dapat mencapainya, tapi ternyata ada jauh lebih banyak berlian di sana daripada yang selama ini dipikirkan,” imbuh Faul, seperti dikutip Business Insider.

cni

 

LEAVE A REPLY