Elektabilitas 24,31 Persen Risma Peringkat ke-2 dari Gus Ipul

0
442
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini

Jakarta, Nawacita –Pilkada Jawa Timur tampak tidak terlalu menarik jika tokoh-tokoh yang selama ini dipandang layak untuk serta dalam kontestasi justru menjauh atau malah melebur. Itu karena dominasi wakil gubernur petahana tak bisa dihentikan kecuali dengan majunya para lawan politiknya selama ini.

Demikian diungkapkan Koordinator Riset Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) Muchtar S Shihab kepada wartawan, Selasa (11/7/2017) di Jakarta.

Menurut Muchtar, dalam survei terbaru lembaganya, elektabilitas Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sudah mencapai angka 31,69 persen. “Angka ini cukup tinggi dan mempunyai kecenderungan naik di masa survei berikutnya,” ujarnya.

Posisi kedua dan seterusnya diduduki oleh Tri Rismaharini dengan elektabilitas sebesar 24,31 persen kemudian Khofifah Indar Parawansa 21.74 persen, Abdullah Azwar Anas 9,32 persen dan Abdul Halim Iskandar 4,97 persen.

Muchtar menjelaskan, Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini merupakan dua figur beda ideologi yang layak bertarung. Basis pemilih pun berbeda. Sedangkan basis pemilih Khofifah Indar Parawansa dengan Gus Ipul hampir mirip.

“Jika khofifah tidak serta dalam kontestasi, Gus Ipul diuntungkan. Jika Risma berpasangan dengan Gus Ipul, pilkada Jatim sudah selesai sebelum ditabuh,” ujarnya.

Peta politik Jatim, menurut LSPI, seharusnya dibuat menarik. Caranya dengan meminta partai politik bertarung secara jantan. Koalisi yang dibangun jauh hari sebelum masa pendaftaran justru membuat pilkada lesu dan tak bergairah. Apalagi jika justru yang berkoalisi adalah dua kekuatan politik besar di sana.

“Jawa Timur sebenarnya mirip dengan Jawa Barat, bisa jadi barometer nasional. Ini jika kekuatan nasionalis adu kerbau dengan kekuatan Islam, kita tunggu saja bagaimana nanti laganya, Belanda masih jauh,” demikian Muchtar.

Pilgub Jatim 2018 akan dihelat pada 27 Juni. Pilgub ini diikuti sekitar 32 juta lebih pemilih dan mereka tersebar di 38 kabupaten/kota di provinsi ini. Pilgub Jatim 2018 berbarengan dengan pilkada di 18 kabupaten/kota di Jatim.

Setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun untuk menggelar pesta demokrasi langsung ini. Dari anggaran sebesar itu, sekitar Rp 817 miliar di antaranya dialokasikan ke KPU Jatim dan sisanya untuk Bawaslu, petugas keamanan (TNI-Polri), dan untuk kepentingan lainnya.

Sejumlah nama tampil disebut-sebut sebagai bakal cagub dan atau cawagub Jatim. Di samping ketiga nama di atas, ada nama Ketua PDIP Jatim Kusnadi, Bupati Ngawi Kanang Budi Sulistyo, Kepala Itwilprov Jatim Nurwiyatmo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, anggota DPRD Jatim dari PDIP Suhandoyo, Bupati Bojonegoro H Suyoto, mantan Bupati Lamongan HM Masfuk, Ketua Kadin Jatim La Nyalla M Mattalitti, dan lainnya.

Sumber: berita jatim

LEAVE A REPLY