Pakde Karwo Tolak Penutupan 9 Pabrik Gula di jatim

0
458
Gurbernur Jatim Soekarwo

SURABAYA, NAWACITA – Rencana pemerintah melalui kementrian BUMN yang akan menutup 9 pabrik gula dijatim yang dikelola PTPN  mendapat tentangan dari Gubernur jatim Soekarwo. Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan secara tegas penolakannya terkait rencana penutupan sejumlah pabrik gula peninggalan Belanda di Jatim oleh pemerintah pusat.

“Kalau pemerintah pusat memaksakan, saya tidak setuju pabrik gula ditutup di Jatim. Kasihan masyarakat petani tebu. Kultur masyarakatnya ya masyarakat tebu,” Tegas pakde Karwo sapaan akrab Gubernur jatim Soekarwo didepan Wartawan di gedung DPRD Jatim setelah mengikuti Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT Jatim ke 71.

Pakde Karwo meminta pemerintah pusat seharusnya bijak dan segera membenahi manajemen pabrik gula. Selain itu, peremajaan mesin harusnya juga dilakukan bukan malah menutup pabrik gula yang telah ada.

“ Mesinnya yang harus diganti atau direvitalisasi, jangan ditutup pabriknya. Nasional kan masih kekurangan 3,8 juta ton gula,”  ujar Pakde Karwo.

Bahkan Pakde Karwo dengan lantang mengatakan akan menolak bila pemerintah pusat tetap melakukan penutupan meski akan menggantinya dengan membangun pabrik baru yang lebih modern peralatannya.

“ Saya yang punya wewenang wilayah di jatim, maka saya yang akan menolak bila itu dilakukan oleh pemerintah pusat. ini dilakukan semata-mata kerena faktor kemanusiaan. sebab dengan penutupan pabrik gula maka akan berdampak pada penganggauran.” ungkap pakde.

Sementara itu Hal yang sama juga dikatakan sekertaris fraksi Demokrat DPRD Jatim Sanwil. Menurut Sanwil, penutupan tersebut akan menimbulkan masalah baru yakni pengangguran.

“Pengangguran ini tidak hanya akan dialami pekerja yang bergelut di pabrik gula saja tapi juga pengangguran di sektor petani tebu. Karene mereka akan kehilangan tempat untuk memasukkan hasil panen tebunya, serta pekerja pendukung lainnya seperti supir, para kuli angkut maupun masyarakat sekitar yang terimbas memiliki pekerjaan karena keberadan pabrik gula tersebut,” jelas Sanwil.

Terkait alasan merugi yang menjadi dasar penutupan 9 pabrik tersebut, merupakan alasan yang dibuat-buat. Mengingat pabrik gula adalah BUMN yang jelas milik pemerintah. seharusnya tidak ada lasan merugi.

“ Ya sebagai perusahaan pemerintah khan bisa subsidi dilakukan. istilahnya rugi disini tapi untung disana. Serta juga bisa melakukan revitalisasi mesin yang ada untuk meningkatkan kapasitas produksi. Jangan karena alasan merugi lalu ditutup. itu bukan solusi,” tegas Sanwil.

Sekadar diketahui, dalam sebuah dokumen yang beredar dan diterima Pakde Karwo pada 6 Oktober 2016 telah terjadi pertemuan antara direktur utama PTPN IX, X, XI, dan PT RNI, dengan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN RI.

Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa pada 2017, Pabrik Gula Rejosari, Kanigoro, dan Purwodadi di wilayah Madiun akan ditutup. Sementara di wilayah Sidoarjo, PG Toelangan dan PG Watoetoelis juga akan ditutup.

Penutupan pabrik gula juga akan dilakukan untuk PG Meritjan di Kediri, PG Gondang Baru di Klaten Jawa Tengah. Sementara di Situbondo, tiga pabrik gula yang ditutup adalah PG Pandji, PG Olean, dan PG Wringinanom. (argo)

LEAVE A REPLY