Gus Ipul Ketagihan Naik Kereta Api

0
615
NAWACITA - Gus-Ipul-naik-kereta-Api-Surabaya-Madiun

SURABAYA, NAWACITA – Tut..tut..siapa hendak turut…. 

Pejabat naik kereta api mungkin hanya bisa dihitung dengan jari. Biasanya, pejabat itu karena sudah mendapat fasilitas kendaraan pribadi, kadang nggak doyan naik kereta api yang lebih dikenal sebagai moda transportasi masyarakat menengah ke bawah. 

 

Kebiasaan demikian rupanya tidak berlaku bagi Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode. Selama menjabat sebagai orang nomer dua di pemprov Jawa timur sejak 2009 ini mengaku sudah beberapa kali naik kereta api. Termasuk kemarin petang, Gus Ipul naik kereta api untuk menghadiri kegiatan di Madiun. “Sebenernya enak naik kereta api, dulu jaman masih kuliah sudah sering naik kereta api,” terang pejabat yang akrab disapa Gus Ipul ini saat kepergok naik kereta Api Bima jurusan Surabaya-Madiun (26/9) kemarin.

Mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyebut kereta api sekarang sudah jauh berbeda dengan kereta api jaman-jaman kuliah dulu. Jika dulu terlihat kotor dan bau, sekarang kereta api sudah mirip naik pesawat. “Sekarang naik kereta kereeeen, tepat waktu. Bersih dan pelayanan makin bagus. Mantap,” ujar Gus Ipul.

Ia mengaku bangga dengan perubahan besar-besaran yang dilakukan PT KAI. Sehingga membuat naik kereta api bisa senyaman naik pesawat. “Selamat untuk PT KAI. Surabaya Madiun cukup ditempuh dua jam tiga puluh menit, kalau naik mobil bisa sampai 5 jam,” terangnya.

Ia menceritakan, naik kereta api sekarang sangat dingin. Maklum AC dalam satu gerbong bisa 3-4 unit. “Saya sampai pakai jaket, untung sudah dibawain sama istri tadi dari rumah. Kalau nggak pake jaket isok kademen masuk angin,” ujar Gus Ipul dengan gaya Bahasa ceplas-ceplosnya.

Gus Ipul hanya sedikit memberikan saran kepada PT KAI. Jika semua fasilitasnya sudah sangat oke, sekarang, kata Gus Ipul semoga PT KAI bisa melakukan efisiensi tariff. Agar semakin diminati masyarakat. Khususnya pada saat-saat hari-hari aktif dimana penumpang cenderung sepi. “Ini satu gerbong banyak yang kosong, mungkin karena harga tiketnya masih tinggi dan masih murah bus,” sahut Gus Ipul.

SUMBER : JATIMMANDIRI

LEAVE A REPLY