Zaenal Mengaku Pasrah Saat Diperiksa KPK

0
40
Kepala Dispendik Kab. Mojokerto Zaenal Abidin
Kepala Dispendik Kab. Mojokerto Zaenal Abidin

Mojokerto, Nawacita – Pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus gratifikasi dan suap izin mendirikan menara telekomunikasi senilai Rp 2,7 miliar yang menyeret Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) sebagai tersangka masih berlanjut.

Kali ini, tim penyidik KPK giliran memeriksa 14 orang diduga mengetahui pusaran dugaan rasuah di lingkungan pemkab. Tepatnya saat MKP menjabat sebagai bupati periode pertama (2010-2015) dan periode kedua berjalan. Dari 14 orang itu, satu di antaranya adalah Zaenal Abidin.

Mantan Kepala DPU Bina Marga periode 2011-2015. Pria yang kini menjabat sebagai kepala dinas pendidikan (dispendik) juga telah ditetapkan KPK sebagai tersangka itu muncul dalam pemeriksaan setelah beberapa hari menghilang dan tak diketahui keberadaannya.

Kehadiran Zaenal di aula Wira Pratama Polresta Mojokerto kemarin didampingi sang istri juga Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto, Mieke Juli Astuti. Keduanya diperiksa tim penyidik selama 7,5 jam. Namun, ketika keluar dari ruang penyidikan, baik Zaenal maupun Mieke memilih tak bersuara saat wartawan mengonfirmasi tentang pemeriksaan terhadap dirinya.

Pun demikian saat ditanya soal statusnya dalam kasus gratifikasi MKP, Zaenal tak mengeluarkan sepatah kata pun. ’’Hanya diperiksa sebagai saksi saja kok,’’ ucapnya sembari berjalan menuju mobil dinasnya. Zaenal mengelak jika selama kasus yang menyeret namanya mencuat, dirinya menghilang hingga bolos dari aktivitas utamanya.

Pasca penggeledahan oleh tim KPK di kantor dan rumah pribadinya, Zaenal mengaku masih bisa ditemui seperti biasa. Bahkan dia menyatakan masih melakoni aktivitas sehari-hari di Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto. ’’Masih masuk kok, coba tanya saja ke sana (kantor dispendik, Red). Saya serahkan semuanya ke KPK,’’ imbuhnya.

Selain Zaenal dan Mieke, KPK juga memeriksa 13 orang lainnya yang berbeda profesi. Mulai dari pejabat, staf OPD (organisasi perangkat daerah) hingga pihak swasta. Di antaranya Kadinsos Kabupaten Mojokerto Lutfi Ariono; tiga staf Dinas PUPR, Anik, Yuni dan Ahmad Feri; staf Bappeda Dody F; tiga staf Bagian Umum Setdakab Mojokerto, Lutfi, Putri dan Johan Iskandar.

Di pihak swasta, KPK memeriksa pemilik showroom Rizky Nono Santoso Harianto. Serta tiga orang yang cukup asing, yakni Khamid, Widyotomo dan Zaini. Sama seperti Zaenal dan Mieke, 14 orang tersebut memilih bungkam setelah merampungkan pemeriksaan.

radarmojokerto

LEAVE A REPLY