Tol Semarang Berlakukan Satu Tarif Mulai Besok

0
24
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Semarang, Nawacita — PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Semarang menerapkan tarif merata di ruas tol dalam Kota Semarang seiring dengan diberlakukannya proses integrasi tol Semarang-Solo dan tol Batang-Semarang.

Penerapan tarif merata ini akan mulai diberlakukan pada Sabtu (9/6) mulai pukul 00.00 WIB sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR nomor 381/KPTS/M/2018 tertanggal 5 Juni 2018 dimana berlaku untuk tiga seksi ruas tol, yakni Jatingaleh-Krapyak, Jatingaleh-Srondol dan Jatingaleh-Kaligawe.

Dengan tarif merata ini, para pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi di tiga seksi ruas tol dalam Kota Semarang.

Untuk kendaraan jenis Golongan I tarifnya dipatok sebesar Rp5.000, Golongan II Rp7.500, Golongan III Rp10.000 , Golongan IV Rp10.000 dan Golongan V Rp10.000.

Perhitungan tarif merata ini dilakukan dari besaran nilai per kilometer dikalikan panjang rata-rata perjalanan pengguna tol Semarang.

“Rencana dan perhitungan ini sebenarnya sudah lama kami siapkan. Namun, menunggu petunjuk dari Kementerian PUPR dulu, baru bisa kami mulai. Tarif merata dengan satu kali transaksi ini sendiri dilakukan karena ada integrasi dengan ruas tol Semarang-Solo”, ujar Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setyawan didampingi Corporate Communication Dwimawan Heru di Kantor Jasa Marga Cabang Semarang, Kamis (7/6).

Selain mengurangi titik transaksi, tarif merata satu transaksi inipun memiliki tujuan untuk mengurangi titik antrian di gerbang tol dan menjadikan perjalanan lebih efisiensi serta lebih baik.

“Jadi, tujuan tarif merata satu transaksi ini memiliki tujuan yang lebih baik dari yang biasanya. Selain mengurangi titik antrian, perjalanan pengguna tol akan lebih baik dan lebih efisiensi sehingga tidak muncul tambahan biaya-biaya lain akibat antrian,” imbuh Agus.

Penerapan tarif merata ini mungkin akan dikeluhkan oleh para pengguna tol jarak pendek, seperti Jatingaleh-Krapyak dan Jatingaleh-Srondol. Namun, untuk pengguna tol jarak panjang, seperti Krapyak-Srondol dan Krapyak-Kaligawe, tarif merata ini sangat menguntungkan.

“Mungkin, masyarakat bisa menilainya seperti itu, yang jarak pendek jadi mahal sedangkan yang jarak panjang jadi lebih murah. Padahal, perhitungan kami tidak demikian, karena semua dari rata-rata jarak tempuh pengguna tol dikalikan dengan besaran rupiah per kilometernya”, jelas General Manager Jasa Marga Semarang Johanes Mancelly di tempat yang sama.

Pada arus mudik tahun ini, sistem tarif merata ini akan dirasakan manfaatnya untuk mengurangi antrian bahkan kemacetan di gerbang tol Manyaran, yang menjadi titik temu pemudik dari tol fungsional Batang-Semarang dan jalur pantura.

cnn

LEAVE A REPLY