Tol Bocimi Ditargetkan Bisa Dilalui Mudik Lebaran

0
179
Tol Bocimi Bogor
Tol Bocimi Bogor

Bogor, Nawacita – Proyek jalan tol di wilayah Bogor, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Bogor Outer Ring Road (BORR) menunjukkan progres signifikan.

Tol Bocimi Seksi I (Ciawi- Ci gombong) yang merupakan bagian megaproyek solusi kemacetan yang sempat mangkrak selama 25 tahun saat ini konsruksinya sudah sekitar 77,5%. Bahkan, pemerintah menargetkan Tol Bocimi dapat digunakan saat arus mudik Lebaran 2018.

Pimpinan Proyek Tol Bocimi PT Trans Jabar Tol Joko Susilo mengatakan, progres pembangunan fisik Tol Bocimi Seksi I per 25 Maret sekitar 77,5%.

“Kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu sehingga bisa difungsikan sebagai jalur mudik Lebaran,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, sebenarnya target awal penyelesaian Tol Bocimi pada pertengahan Maret lalu, tapi cuaca yang tidak mendukung membuat proyek jalan tol kembali molor.

“Contohnya ketika harus memasang beberapa perangkat turun hujan deras sehingga air tidak cepat surut,” ucap Joko.

Pembangunan Tol Bocimi ter bagi empat seksi. Untuk seksi II (Cigombong-Cibadak) yang melewati perbatasan Bogor-Sukabumi masuk tahapan pembebasan tanah mencapai 98%.

Sementara, seksi III (Cibadak-Sukabumi Barat) dan seksi IV (Sukabumi Barat- Sukabumi Timur) masih tahap musyawarah untuk ganti untung, bukan ganti rugi kepada masyarakat.

PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku pemilik Tol BORR Seksi IIB (Kedungbadak-Simpang Yasmin) mengklaim seluruh pekerjaan fisik rampung 100%.

“BORR Seksi IIB siap dioperasikan, tinggal diresmikan,” kata Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmojo.

Selain menunggu sertifikasi kelaikan jalan dan pembenahan di bawah jalan layang, PT MSJ sedang mengevaluasi rencana usulan tarif yang baru.

“Mengacu Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) semestinya nanti ada kenaikan tarif sebesar Rp4.000 setelah BORR Seksi IIB beroperasi,” ujarnya.

Saat ini tarif yang berlaku untuk dua seksi yang telah dioperasikan, yaitu Seksi I ruas Sentul Selatan-Kedung halang (3,85 km) dan Seksi IIA ruas Kedunghalang-Kedung ba dak (1,95 km) sebesar Rp6.000 untuk kendaraan golongan I.

Dia menjamin evaluasi ta rif tetap sesuai perhitungan investasi yang ditanamkan saat jalan tol dibangun. Ini bertujuan menghindari penurunan internal rate of return (IRR) investor yang menanamkan modal.

“Rata-rata kita kemarin hitung sekitar 45 ta hun konsesi awal. Mungkin kalau nanti diturunkan Rp1.000 atau golongannya berubah, kita dapat per pan jangan konsesi 5-10 tahun menjadi 50-55 tahun,” kata Hendro.

okezone.com

 

LEAVE A REPLY