Tips Masak Ketupat Supaya Empuk, Pulen dan Tidak Cepat Basi

0
89
Ketupat Lebaran
Ketupat Lebaran

Nawacita – Soal hidangan khas saat Lebaran, apa lagi primadona yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya selain ketupat?

Walaupun memang ketupat pada dasarnya bisa dinikmati di luar hari Lebaran, namun menikmati ketupat lengkap dengan opor ayam, sayur labu dan sambal goreng ati akan selalu jadi ritual makan yang dirindukan.

Bicara soal ketupat, mengingat memasak ketupat itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dan juga Lebaran kurang lebih sudah siap menyambut di depan mata sekitar dua pekan lagi. Tak ada salahnya bersiap dari sekarang perihal memasaknya, lebih tepatnya mengetahui seperti apa cara memasak ketupat yang tepat agar hasilnya ketupat bisa empuk, pulen, dan tahan lama. Seperti apa tipsnya? Merangkum dari berbagai sumber, berikut pemaparan tips-tips memasak ketupat agar teksturnya empuk, pulen, dan tahan lama tak cepat benyek dan basi.

1.Beras : Pilih beras pulen berkualitas baik, lalu untuk tata cara pengisian beras ke dalam selongsong daun ketupat, disarankan oleh chef senior ternama Indonesia, Sisca Soewitomo sebaiknya selongsong ketupat diisi setengah bagiannya dan beras itu ditempatkan di bagian tengah. Ukuran porsi beras, sekira 50 gram untuk satu kulit ketupat, yang mana ukuran ini adalah ukuran standar karena nantinya ketupat akan mengembang dan padat menjadi 100 gram.

2. Daun ketupat : Membeli daun ketupat sebaiknya pilih yang punya warna hijau cerah, tandanya daun ketupat ini berasal dari daun kelapa yang masih muda. Daun kelapa yang masih muda dan segar, tidak mudah rusak atau patah saat dilakukan proses perebusan bersamaan dengan beras. Sehingga bisa membuat ketupat jadi lebih enak dan empuk.

3. Setelan api kompor : Masih disarankan oleh Sisca Soewitomo, ketupat itu dimasak sejatinya dalam keadaan terendam air dengan baik dan menggunakan api kompor kecil. Memang memakan waktu dua sampai tiga jam dengan api kecil, namun dengan api kecil, ketupat akan bisa matang dengan baik. Untuk mengetahui ketupat sudah matang atau belum, tusukkan tusuk gigi atau tusuk sate dan lihatlah bila diangkat dan masih terlihat basah itu artinya ketupat belum matang.

4. Ukuran panci : Jika memasak ketupat bermodalkan panci biasa, gunakan panci berukuran besar. Supaya ketupat bisa matang dengan sempurna, dan jangan lupa selalu tambahkan air mendidih ke dalam panci saat sudah terlihat air dalam panci mulai susut agar suhu tetap stabil.

5. Ubah posisi ketupat : Saat memasak ketupat ini, jangan hanya tidak lupa untuk menambahkan air ke dalam panci saat air rebusan sudah mulai menyusut. Namun jangan lupa juga untuk mengubah posisi ketupat. Tukar ketupat yang ada di posisi bawah dengan ketupat yang di atas, supaya kematangannya merata.

6. Dicuci setelah matang : Disarankan oleh chef Heri Kusbianto, ketupat yang sudah matang itu selanjutnya dicuci dengan air di dalam wadah baskom atau ember besar, baru kemudian dilap sampai kering bagian permukaannya. Baru kemudian bisa digantung. Trik ini akan menghindari ketupat jadi cepat basi, sebab jika ketupat matang langsung digantung tanpa dicuci memang akan menjadi lebih gampang basi.

7. Penyimpanan : Simpan sisa ketupat matang yang belum terpakai (utuh belum dipotong) di dalam lemari pendingin, dengan catatan ketupat tersebut telah dibungkus terlebih dahulu dengan plastik untuk menghindari ketupat menjadi kering terkena suhu dingin dari kulkas. Untuk menghangatkannya lagi saat hendak disantap, bisa dengan cara dikukus.

oke

LEAVE A REPLY