Tiga Industri Migas di Makasar Strait Mundur

0
41
Direktur Jenderal Migas Kementetian ESDM Djoko Siswanto
Direktur Jenderal Migas Kementetian ESDM Djoko Siswanto

Nawacita – Direktur Jenderal Migas Kementetian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, Blok Makasar Strait kurang peminat. Alasannya, blok migas ini tidak ekonomis.

Proyek pengembangan minyak dan gas bumi laut dalam (Indonesian Deep water Development/IDD) ini, dikelola tiga perusahaan. Yakni Chevron Pacific Indonesia dengan porsi partisipasi 72%, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 10%, dan Sinopec 18%.

“Jadi di Makasar Strait itu kan ada Chevron, ada Pertamina, ada Sinopec, tiga-tiganya sudah kita tanya, nggak minat,” kata Djoko, di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Djoko mengatakan, alasan ketiga perusahaan mundur karena blok tersebut tidak ekonomis untuk dikelola. Kata dia, tiga perusahaan itu tak punya fasilitas pengelolaan. “Karena belum punya (fasilitas) karena itu jauh di laut jadi kurang eknomis,” ujar dia.

Sementara Kepalan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, Blok Makasar Strait telah ditetapkan menjadi blok terminasi atas keputusan ketiga perusaahn tersebut, setela itu akan dilelang kembali untuk mencari pengelola baru.

“Jadi Makasar Strait diputuskan untuk ditemrinasi jadi dikeluarkan juga dari IDD seperti apa yang diumumkan oleh operator IDD Chevron. Kemudian rencananya akan dilelang,” ujar dia.

inilah

 

LEAVE A REPLY