Syahrini Hadiri Sidang First Travel

0
70

Depok, Nawacita — Penyanyi Syahrini menghadiri sidang lanjutan kasus penipuan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel sebagai saksi di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (2/4).

Didampingi Hotman Paris selaku kuasa hukum, Syahrini irit bicara saat ditanyai awak media.

“Alhamdulillah sehat, nanti saja ya,” kata Syahrini saat sampai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

Syahrini, seperti saksi lainnya, berkewajiban melapor kepada Kejari sebelum menghadiri sidang. Kejari letaknya bersebelahan dengan PN Depok.

Syahrini datang sekitar pukul 09.30 WIB. Dia datang menggunakan mobil Bentley berpelat nomor B 666 ANE milik Hotman Paris.

Setelah sekitar satu jam berada dalam gedung Kejari Depok, Syahrini keluar dengan ditemani Hotman. Dia juga mendapat pengawalan dari sekitar lima orang dari Kejari Depok.

“Teman-teman media, kasih jalan dulu ya,” kata salah seorang petugas kemaanan Kejari Depok.

Syahrini pun tidak mengeluarkan satu patah kata pun meski diberondong pertanyaan oleh para wartawan. Dia langsung memasuki mobil Alphard putih berpelat B 17 NCS.

Sidang hari ini akan dilaksanakan di Ruang Cakra, PN Depok, Jawa Barat dengan agenda pemeriksaan saksi. Selain Syahrini, JPU juga menghadirkan seorang pengelola aset bos First Travel yang tinggal di London, Inggris.

Sebelumnya, pada sidang dakwaan, Senin (19/2), Jaksa Penuntut Umum Heri Jerman menyebut nama Syahrini sebagai endorser biro perjalanan umrah itu.

“Promosi melalui public figure, Rini Fatimah Jaelani atau Syahrini,” kata Heri saat membacakan dakwaan.

Dia juga disebut jaksa dibiayai umrah dengan fasilitas VIP plus. Syaratnya, selama perjalanan Syahrini menggunakan atribut First Travel dan mengunggah postingan di media sosial menggunakan tagar #FirstTravel.

Ini adalah panggilan ketiga dari JPU untuk Syahrini sebagai saksi. Pada dua pemanggilan sebelumnya, tanggal 12 Maret dan 21 Maret 2018, Syahrini tidak hadir dengan alasan menjalani proses syuting.

Dalam kasus penipuan First Travel, ada 63.310 calon jemaah umrah yang tertipu permainan biro perjalanan umrah tersebut. Total kerugian mencapai Rp905,3 miliar.

Bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 juncto 64 ayat 1, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pasal 3.

cnn

LEAVE A REPLY