Sri Mulyani Usung Antisipasi Persaingan Global

0
40
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, Nawacita – Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri pertemuan ASEAN di Singapura. Acara yang berlangsung tanggal 3 hingga 6 april 2018 tersebut mengangkat tema “Resilient and Innovation”.

Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara ASEAN, serta mitra kerja sama pembangunan lainnya seperti AMRO (Asean+3 Macroeconomic Research Office), Asian Development Bank (ADB), World Bank (WB) membahas pencapaian ASEAN dalam merealisasikan Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2025.

“Sesama negara ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dan mendorong integrasi ekonomi yang diharapkan dapat lebih mempersiapkan ASEAN dalam menghadapi persaingan dan tantangan ekonomi global,” ujar Sri Mulyani mengutip akun facebook resminya, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Hal ini, lanjutnya, menjadi semakin penting mempertimbangkan tingginya ketidakpastian ekonomi global yang diwarnai oleh meningkatnya sentimen proteksionisme, tantangan untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi digital, meningkatnya kebutuhan pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur, dan ancaman potensi bencana alam.

Lembaga-lembaga internasional (IOs) yang hadir menyampaikan simpulan positif atas perkembangan ekonomi ASEAN yang saat ini telah menjadi kawasan ekonomi terbesar ke 7 di dunia. Beberapa indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, perdagangan, dan utang menunjukkan lebih unggul dan tingginya daya tahan ekonomi ASEAN di bandingkan kawasan ekonomi lainnya.

“IOs juga memberikan prediksi ekonomi yang sama di tahun berjalan dan mendatang, dan menyarankan perlunya kontinuitas reformasi kebijakan dalam mendukung daya saing ASEAN,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Menkeu, Untuk memastikan ASEAN berada pada jalur yang benar menuju agenda Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2025. Pemerintah juga melakukan evaluasi atas perkembangan pencapaian Rencana Aksi Strategis dan Indikator Kinerja Utama ASEAN terutama dalam konteks sektor keuangan.

“Misalnya penguatan integrasi sektor jasa keuangan seperti asuransi dan perbankan, penguatan konektifitas pasar modal, penguatan kerjasama stabilitas keuangan; penguatan upaya untuk meningkatkan inklusifitas sektor keuangan, penguatan kerja sama perpajakan, dan penguatan fasilitas perdagangan,” ujarnya.

okezone

LEAVE A REPLY