Safari di Kaltim, AHY Dicurhati Serbuan TKA

0
76

TENGGARONG, nawacita – Ekspansi  Tenaga Kerja Asing (TKA)  di Indonesia sudah lama menjadi isu nasional. Investigasi Ombudsman RI bahkan membenarkan adanya serbuan TKA, khususnya dari China.

Belum lama ini, hampir seratus tenaga kerja China menjadi sorotan. Mereka mencari nafkah di balik proyek perluasan pembangkit PLTU Tanjung Batu di Tenggarong Seberang.

Jauh sebelumnya, puluhan pekerja China juga di PLTU Muara Jawa ‘diusir’ karena tidak mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) atau legalitas dari Pemerintah Indonesia.

Mengacu data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai kartanegara,  per Juni 2018, ada 82 TKA yang bekerja di kabupaten itu. Sekitar 72 di antaranya bekerja di proyek pengembangan listrik; PLTU Tanjung Batu.

Banyaknya warga China yang bekerja di wilayah itu praktis menjadi sorotan, juga berpotensi menimbulkan konflik.

DPRD Kukar telah melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya, beberapa pekerja China diketahui mengadu nasib ke Indonesia tanpa keahlian khusus. Mereka menjadi tukang bengkokkan besi atau mencangkul. Pekerjaan yang menjadi makanan sehari-hari warga lokal.

Ekspansi TKA ini tenyata menjadi perhatian tokoh nasional, Agus Hadimurti Yudhoyono.

Ditemui saat roadshow di Kota Tenggarong, Agus mengatakan lapangan kerja yang tersedia di Indonesia saat ini tidak sebanding dengan pencari kerja (Pencaker).

Ini disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah ekspansi TKA ke Indonesia yang merebut pekerjaan yang bisa dilakukan oleh warga lokal. “Ada jutaan warga Indonesia  menganggur tapi di sisi lain banyak TKA yang mengambil alih pekerjaan warga Indonesia termasuk pekerjaan seperti sopir dan lain sebagainya,” kata Agus usai buka bersama 1.000 komunitas perempuan di Tenggarong, Jl Ahmad Yani Tenggarong.

Situasi ini membuat Demokrat gerah dan  siap berjuang dan berpihak pada rakyat di seluruh Indonesia, termasuk Kaltim khususnya Kukar yang mencari kerja untuk mendapatkan  pekerjaan layak, halal dan bisa menghidupi anak istrinya.

Demokrat, kata Agus, meski tidak masuk dalam poros pemerintahan  tapi siap berjuang. Salah satu caranya menyuarakan lewat DPR RI, terlebih kursi Ketua Komisi IX DPR RI Bidang Tenaga Kerja diduduki kader partai berlambang mercy tersebut.

“Kita akan perjuangkan dengan lantang. Ini  kepedulian kami untuk menjamin warga Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Selain itu, kata pria yang akrab dipanggil AHY ini, kondisi daya beli warga Indonesia sekarang ini mengalami penurunan di tengah sulitnya mencari kerja dan melambungnya harga kebutuhan bahan pokok.

AHY mengaku sudah berkeliling di sejumlah wilayah di Indonesia. Faktanya masyarakat mengkhawatirkan kondisi ekonomi, keamanan dan keutuhan bangsa.

“Warga kemudian dihadapkan dengan harga pokok yang naik, utamanya warga kelas bawah yang kategori miskin dan kurang mampu sehingga butuh perhatian oleh bangsa,” bebernya,

Negara pun diharapkan memberikan perhatian dan bantuan agar warga bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan baik dan tidak kelaparan  serta bisa melakukan kegiatan dengan baik.

“Terkait daya beli, kami akan mendorong kader Demokrat yang duduk di pemerintahan tingkat daerah baik itu provinsi, kabupaten/kota agar mendorong peningkatan daya beli warga. Ini tentunya akan dilaksanakan dengan serius,” bebernya.

Caranya melalui gerakan  sosial yakni Pasar Murah Demokrat yang rencanahya dilaksankan setiap bulan. Ini diharapkan menjadi solusi meski tidak berdampak banyak namun Demokrat selalu ihtiar untuk mengurangi beban warga dalam hal ekonomi.

AHY melakukan roadshow  dua hari di Kaltim, 11-12 Juni 2018. Hari pertama, AHY tiba di Kota Tenggarong pukul 16.15 Wita dan langsung bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II. Setelahnya, AHY melaksanakan buka puasa bersama dengan 1.000 komunitas perempuan di Kukar dan pada malam harinya melaksanakan apel bersama kader Demokrat di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. (ami/korankaltim)

LEAVE A REPLY