Risma Kunjungi Anak Bomber Surabaya dan Sidoarjo

0
36
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Nawacita – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi anak-anak bomber dan terduga teroris Surabaya dan Sidoarjo. Hari ini anak-anak tersebut diserahkan kepada Kemensos untuk direhabilitasi.

Usai berkunjung, Risma menceritakan kondisi anak-anak tersebut, yang rata-rata sudah bisa diajak berkomunikasi. Salah satunya anak bomber Mapolrestabes Surabaya, Ais (8) yang menceritakan prestasinya pernah menjuarai lomba pencak silat.

“Ais sudah lama pengen ketemu aku, dia minta ketemu aku. Tadi dia cerita macem-macem ternyata dia pernah juara pencak silat se-Jawa Timur,” ujar Risma ditemui di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Tak hanya itu, Risma mengatakan kondisi Ais saat ini sudah lebih ceria. Meskipun tangan Ais ada yang patah, namun tak menghalangi keinginannya untuk belajar dan mencari banyak teman.

“Tadi Ais saya kasih buku. Waktu ketemu sudah ceria meskipun tangannya patah. Dia menyampaikan seneng punya temen banyak, dia pengen main-main sama temen yang lain,” tambah Risma.

Namun ada pula satu anak yang menurut Risma masih terpengaruh oleh doktrin dari orang tuanya. Guna mengatasi hal ini, pihaknya waktu itu telah menyiapkan psikolog yang memahami ilmu agama, yaitu dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

“Jadi kapan hari kita diminta Densus untuk mencari psikolog yang ngerti tentang agama, jadi psikolog yang ngerti tentang ayat-ayat di dalam Al Quran untuk menjelaskan, karena anak-anak ini sudah terpengaruh. Saya cari kebetulan ada dosen UIN Sunan Ampel yang bantu,” lanjutnya.

Dalam memberikan pemahaman yang benar akan ajaran Islam, Risma mengatakan anak-anak tersebut lebih tertarik diajarkan sesuatu melalui dalil-dalil yang ada dalam Al-Quran.

“Misal diajari tentang senyum, baik hati, terima kasih itu diajari pakai dalilnya apa, dan anak-anak itu lebih bisa nerima,” jelas Risma.

Untuk keamanan anak-anak ini, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Kemensos. Apalagi sebelumnya Risma mendengar jika anak-anak ini sedang dicari untuk dibunuh.

“Ini nanti diserahkan ke Kementerian Sosial, terus terang juga berat ini nanti jaga mereka. Nanti kita lihat perkembangannya, karena ini menyangkut keamanan anak-anak ini. Kita rahasiakan lokasinya karena anak-anak ini kita dengar sedang dicari karena akan dibunuh,” ujarnya.

Sementara untuk anggota keluarganya, Risma mengatakan ada nenek dari beberapa anak ini akan turut serta dan mendampingi mereka.

“Kita lihat perkembangannya, tapi tadi ada beberapa neneknya. Nenek-neneknya masih ada. Nanti neneknya juga akan ikut tinggal di sana,” tambahnya.

Risma pun berharap kehidupan anak-anak ini ke depannya bisa berjalan normal seperti anak-anak lain seusianya. “Saya pengen mereka tumbuh normal. Tadi saya sampaikan kalau banyak teman, banyak saudara itu seneng bisa bermain dan belajar bersama. Terus mereka bilang ‘iya betul’, mereka kepengen sekolah,” pungkasnya.

dtk

 

LEAVE A REPLY