Puasa Tak Jadi Masalah bagi Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di Luar Negeri

0
39

Nawacita – Berada di negeri orang bukan halang bagi masyarakat muslim Indonesia untuk bisa merayakan bulan suci Ramadan. Bahkan, waktu Puasa yang terlampau sangat lama, tidak seperti Indonesia tetap tidak menjadi masalah.

Joko Pebrianto, Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Imperial College, London, berbagi cerita melakukan puasa di negeri orang. Dia mengatakan, puasa di Inggris dilakukan sekira 18 jam. Subuh pukul 03.00 dan Magrib pada 21.00 waktu setempat.

Suasana Ramadan di Inggris pun tidak seperti di Indonesia. Selain karena bukan negara mayoritas muslim, keramaian menyambut hari raya Lebaran pun biasa saja.

“Di sini tidak banyak woro-woro publik yang menyambut Ramadan. Ada beberapa supermarket pasang atribut Ramadan tapi enggak banyak dan cuma di sebagian tempat. Jadi enggak ada penanda kalau sekarang Ramadan. Jadi seperti bulan biasa saja,” tuturnya.

Meski demikian, kata mahasiswa jurusan Life Science Imperial College ini, puasa tetaplah puasa yang menjadi ibadah bagi diri sendiri. Oleh karenanya walaupun tidak mendengarkan Adzan waktu sahur ataupun buka, tetap ibadah ini dijalankan.

“Jadi di sini, ketika menjelang Subuh dan Magrib, kita bolak-balik lihat jam di HP untuk memastikan sudah buka belum,” ujarnya.

Walaupun di tempat yang mayoritas bukan masyarakat muslim, kebiasaan puasa seperti buka bersama tetap bisa dilakukan di London. Hanya saja untuk mengadakannya lebih dulu harus meminta izin.

“Di sini juga ada beberapa komunitas muslim yang memanfaatkan untuk syiar nilai Islam ke masyarakat umum. Biasanya dengan buka bersama di publik dan mengundang orang dari agama apapun untuk hadir. Alhamdulillah semua aman,” ujarnya.

cnn

LEAVE A REPLY