Polri: Kericuhan Napi Terorisme di Mako Brimob Tak Ada Hubungannya dengan ISIS

0
69
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal

Jakarta, Nawacita – Mabes Polri menegaskan, kericuhan narapidana (napi) terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok tak ada hubungannya dengan kelompok militan ISIS. Pemicu kericuhan, diketahui karena masalah makanan tahanan.

“Tidak ada (kaitan ISIS),” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen M Iqbal, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5/2018).

Iqbal menegaskan, publik jangan percaya dengan informasi yang beredar soal keterlibatan ISIS dalam aksi kericuhan Napiter di Mako Brimob, semalam. “Artinya kejadian itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ada beberapa pihak yang mengklaim dari luar, dari ISIS dan dari lain-lain itu tidak benar,” urai jenderal polisi bintang satu itu.

Dia menerangkan, dalam menyelesaikan masalah kericuhan di rutan Mako Brimob, pihkanya melakukan langkah-langkah negosiasi sangat persuasif. “Kami mengedepankan bahwa ada hal-hal yang harus kami sampaikan kepada mereka bahwa ini proses penegakkan hukum (gakkum),” tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, para napi terorisme tersebut dikabarkan berhasil menguasai 30 pucuk senjata dan menguasai 300 amunisi. Masih dari kabar yang berkembang, saat melakukan negosiasi, mereka minta dipertemukan dengan Aman Abdurrahman yang mengklaim sebagai amir ISIS di Asia Tenggara, yang berada di Rutan Mako Brimob.

“Memang di medsos berkembang, saya kan ada di TKP sejak semalam. Saya lihat tahap demi tahap, bahwa apa yang diklaim dari luar itu sama sekali tidak benar,” ungkap Iqbal.

Selanjutnya, Iqbal meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Iqbal memastikan, pasca kericuhan yang terjadi pas Selasa malam itu Rutan Mako Brimob masih dalam kendali kepolisian.

“Harap tenang, kami meyakinkan situasi dapat kami kendalikan, upaya-upaya kepolisian terus kami lakukan, soft approach, upaya-upaya pendekatan lain sudah kami lakukan, karena ini proses negosiasi. Dan ini memerlukan proses, tapi saat ini situasi dapat kami kendalikan,” pungkasnya.

oke

 

 

LEAVE A REPLY