Politisi PDIP, Charles Honoris Akui Buat Kupon Sembako Murah

0
65
Politisi PDIP, Charles Honoris
Politisi PDIP, Charles Honoris
Nawacita – Tersebar ramai di media sosial isu mengenai Politisi PDIP, Charles Honoris, merupakan panitia acara bagi sembako gratis yang dilaksanakan Forum Untukmu Indonesia di Monas, Sabtu (28/4). Acara bagi sembako ini belakangan berakhir ricuh karena menelan korban jiwa.
Salah satu bukti yang diklaim penyebar kabar tersebut adalah kupon bergambar wajah Charles Honoris yang dibagikan saat pembagian sembako. Menurutnya, informasi yang sudah tersebat di medsos tersebut tidak benar.
“Beliau tidak pernah membagikan itu dan beliau tidak ada di situ, dan ini (kupon) kemudian disalah gunakan orang-orang terkait dengan yang di Monas hingga sekarang viral di mana mana,” ujar Budi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).
Budi membenarkan bahwa kupon tersebut memang ada, tetapi tidak untuk dibagikan dalam acara bagi sembako di Monas. Kupon bergambar Charles memang dibagikan untuk konstituen di dapilnya sendiri di daerah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
“Ini memang kupon ini memang dikeluarkan oleh dia, tapi pada saat di tempat lain dan hari yang lain, bukan di hari itu. Bagi baksos itu di tempat lain, di dapil dia, bukan pada saat peresmian di Monas. Nah, ini kupon disalah gunakan oleh orang-orang dan dikaitkan dengan event yang di Monas,” tambah Budi.
Sayangnya Budi tak tahu persis kapan kupon tersebut di bagikan di daerah Tegal Alur. Charles sendiri menurut Budi, tak pernah berkomunikasi dengan panitia penyelenggara.
“Kita tidak pernah ada komunikasi dengan pihak penyelenggara dan tidak ada hubungannya. Tidak pernah dihubungi dan tidak tahu, hanya ini dikaitkan seolah-olah dia ada di situ, dan kemudian terjadi peristiwa yang dihubungkan dengan itu,” tutup Budi.
Merasa difitnah dan nama baiknya dicemarkan, Charles akhirnya melaporkan akun akun media sosial atas nama @muchlisthassan ke Bareskrim Polri.
“Laporan Charles diterima dengan LP Nomor TBL/ 447/V/2018/ Bareskrim tertanggal 2 mei 2018. Akun itu diduga melanggar Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 Ayat 3 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008.
kum

LEAVE A REPLY