PNS DKI Pulang Pukul 14.00 WIB saat Asian Games

0
34
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Jakarta siap menyambut Asian Games 2018. Berbagai persiapan dilakukan mulai dari pengaturan jam sekolah, jam kerja pegawai negeri sipil (PNS), jalur khusus di jalan tol, hingga perluasan sistem ganjil-genap.

Untuk pengaturan jam sekolah selama perhelatan Asian Games yang dimulai pada 8 Agustus mendatang, sebanyak 84.000 siswa berada di kawasan acara akan dikendalikan waktu masuk dan pulang agar tidak menimbulkan kemacetan. Para pelajar harus datang lebih awal pukul 06.30 WIB dan pulang paling lambat pukul 14.00 WIB.

”Kalau diliburkan pergerakan 800.000 lebih siswa di Jakarta sulit dikendalikan karena kita tidak mengetahui anak SD, SMP, dan SMA ke mana saja sepanjang hari. Maka itu, kami kendalikan melalui perubahan waktu,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta.

Selain itu, siswa juga secara bertahap diundang menghadiri Asian Games. Dia berjanji akan menyediakan bus antarjemput termasuk penyediaan 1.500 bus yang memfasilitasi warga untuk menonton pertandingan dari dekat tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk jam kerja PNS, Anies menyerahkan sepenuhnya pada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Pemprov DKI telah mengusulkan ke kementerian untuk mengatur jam kerja PNS saat Asian Games, seperti aktivitas pada Ramadan, yakni pukul 07.00–14.00 WIB sehingga pergerakan PNS juga terkendali.

”Lalu lintas nanti akan disiapkan jalur khusus di jalan tol mulai dari ramp di Kemayoran- Ancol kemudian sepanjang jalur lewat Grogol menuju Senayan. Jalur khusus juga diterapkan di Kelapa Gading menuju Tol Jagorawi untuk sampai ke Taman Mini Indonesia Indah,” ungkap Anies.

Dia juga mengusulkan agar para atlet golf di Pondok Indah dan atlet Pencak Silat yang akan berlaga di TMII, Jakarta Timur, untuk menginap di dekat lokasi. Sebab untuk mencapai Pondok Indah, Jakarta Selatan, dari Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, menempuh jarak sekitar 41,5 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit dalam kondisi lalu lintas kosong. Begitu juga dengan atlet Pencak Silat yang jarak dari wisma ke venue sekitar 29 kilometer.

Untuk jarak tempuh dari Wisma Atlet ke arah Senayan dan lokasi lain dapat terjangkau dalam waktu 30 menit dengan rekayasa lalu lintas. Rekayasa itu seperti pengosongan jalur nontol khusus bus pengangkut atlet dari wisma menuju Medan Merdeka kemudian Jalan MH Thamrin, Sudirman, hingga Senayan.

”Di samping itu, akan ada pemberlakuan ganjil-genap di wilayah tertentu, dimana wilayahnya terdapat venue dan ada lalu lintas kendaraan pengangkut atlet,” ujar Anies.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto mengungkapkan, berdasarkan hasil Focus Group Discusion (FGD) lebih cenderung tidak meliburkan pelajar lantaran kalau diliburkan lebih sulit mengendalikan pergerakan mereka. Nanti Gubernur Anies akan mengeluarkan keputusan atau sebagainya tergantung kebijakan yang akan diambil.

”Kami ingin tahu tiap-tiap venue itu pelaksanaan pertandingannya jam berapa saja sehingga kami akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada supaya tidak berpengaruh terhadap kemacetan,” kata Sopan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta Pemprov DKI terus menyosialisasikan Asian Games berikut rekayasa lalu lintasnya. Sebab rekayasa ini sangat rawan menimbulkan kemacetan apalagi ada jalur khusus dan sistem buka tutup jalan tol dalam kota. Dia berharap rekayasa lalu lintas segera diputuskan dan langsung diuji coba sambil melakukan evaluasi.

oke

 

 

LEAVE A REPLY