Pilpres 2019, Demokrat Godok AHY, TGB dan Pakde Karwo

0
105
AHY saat menghadap Presiden Jokowi di istana, Selasa (6/3/2018). (kom)

 

JAKARTA, Nawacita – Pendaftaran kandidat pemilihan presiden Indonesia 2019 kurang lima bulan lagi. Tak mau ketinggalan dengan partai lain, Partai Demokrat kini sedang menggodok 3 orang nama untuk diusung di perhelatan pemilu lima tahun sekali itu.

 

Didi Irawadi Syamsudin, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat mengatakan, partainya sudah cukup siap untuk berkompetisi di pilpres 2019. Bahkan, Partai besutan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini sedang menggodok beberapa nama kandidat unggulan. “Demokrat sangat siap menghadapi pilpres 2019, ada nama AHY, TGB dan Pakde Karwo,” sebut Didi, Selasa malam (6/3/2019).

 

Tiga nama itu, kata Didi sudah cukup mumpuni dari sisi kapabilitas dan sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia. Agus Harymurti Yudhoyono (AHY) selain anak sulung SBY, juga dikenal sejak pilgub DKI performanya cukup mencuri perhatian anak-anak muda di Indonesia. Begitu juga Tuanku Guru Bajang Gubernur Nusa Tenggara Barat yang sangat mendapat respon baik di kalangan muslim moderat. SEdangkan nama Soekarwo Ketua DPD Partai Demokrat JAwa Timur  dikenal sebagai Gubernur Jawa Timur yang punya program-program ekonomi dan gaya merakyat yang disuka masyarakat Indonesia. “Tiga tokoh ini tentu jadi pertimbangan di partai kami,” kata Didi.

 

Ditambahkannya, Partai Demokrat dalam pilpres ini tidak menentukan atau mengincar di posisi tertentu. Seperti dilakukan oleh tokoh dari partai lain yang mengincar posisi cawapres Presiden Jokowi. “Demokrat diatasnya, tidak sekedar berebut kursi cawapres. Kalau ada peluang dan komitmen yang sama untuk capres pun, kenapa tidak,” tambahnya.

 

Didi mengatakan, Partai Demokrat lebih focus pada ide-ide pemikiran bagaimana bangsa ini lebih baik. Kader-kader unggulan tadi, siap jika diperlukan pada posisi capres ataupun cawapres. “Kita tidak sekedar ngekor. Kita membangun komunikasi yang baik dengan semua, dengan pak Jokowi, dengan Bu Mega, Pak Surya Paloh dan juga Pak Prabowo,” jelasnya.

 

Karena segala kemungkinan masih bisa terjadi termasuk koalisi dan tokoh-tokoh yang muncul. “Kita tunggu saja, demokrat tidak sekedar kursi jabatan, kita masih menggodok. Pada saatnya kita akan memutuskan yang terbaik, di posisi apa dan koalisi dengan siapa,” pungkasnya.

 

 

Sementara itu, Efendi Choirie, Bappilu DPP Nasdem menambahkan, sejak awal konsiten mendukung Presiden Jokowi. Tapi partai yang lain silakan menyampaikan gagasan yang segar untuk rakyat. Yang lebih baik dan indah. Partai lain membangun poros itu bagus.  “AHY masih muda, kenapa buru-buru menjadi wapresnya Jokowi. Kesan publik, seolah sudah menawarkan diri untuk menjadi cawapres Jokowi,” terang Gus Choi.

 

Pengamat politik Hanta Yudha berpendapat, pilpres 2019 diprediksi akan memunculkan tiga poros kekuatan pasangan capres-cawapres. Ada poros Jokowi, Poros Prabowo dan Poros calon alternatif. “BIcara menang kalah, nanti dilihat dari trend elektabilitas lima bulan ke depan,” pungkasnya. bdo

 

 

 

LEAVE A REPLY