Petani Garam Tak Perlu Khawatir Lagi

0
92
Petani Garam
Petani Garam

Jakarta, Nawacita – Kementerian Perindustrian memfasilitasi kerjasama antara industri pengolah garam dengan petani garam dalam hal penyerapan garam hasil produksi dalam negeri. Nantinya jumlah garam yang terserap adalah 1,4 juta yang berasal dari petani garam di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Industri, Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan dengan penyerapan garam dari petani menunjukan komitmen pemerintah dalam memberdayakan produksi lokal. Artinya, meskipun pemerintah melakukan improvisasi garam untuk bahan baku industri, garam produksi petani lokal juga akan bisa terserap dengan baik.

Seperti diketahui, dalam rangka menjamin ketersediaan dan penyaluran sumber daya alam untuk industri dalam negeri khususnya garam untuk bahan baku dan bahan penolong industri, Pemerintah telah menerbitkan izin impor garam industri pada tahun 2018 sebesar 3.016.185,27 ton. Importasi tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman Sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri.

Dalam rangka menjamin perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam, sekaligus menjamin ketersediaan dan penyaluran sumber daya alam untuk industri dalam negeri, maka perlu dilakukan pengendalian impor. Adapun impor yang dilakukan salah satunya adalah komoditas pergaraman sebagai bahan baku dan bahan penolong Industri.

“Sementara itu, untuk menjamin perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak/petani garam yang dalam hal ini adalah petani garam, Pemerintah melalui akan memfasilitasi agar pelaku industri bisa menyerap garam milik petani,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara industri dan petani garam di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (4/4/2018).

Sementara itu Direktur Kimia Hulu Ditjen Industri, Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam memastikan para petani garam tidak perlu khawatir lagi garamnya tidak akan diserap oleh pemerintah karena adanya importasi garam. Pasalnya dirinya menegaskan meskipun pemerintah melakukan impor, stok produksi garam milik petani lokal akan tetap terserap.

“Memberi kepastian jika semuanya (garam produksi petani) bisa terserap semuanya di dalam negeri. Enggak ada lagi yang tersisa itu,” ucapnya.

Sebagai informasi, garam petani yang akan diserap berasal dari berbagai daerah dari mulai pulau Jawa, Sulawesi , hingga Nusa Tenggara. Untuk daerah Jawa Barat, garam yang akan diserap adalah petani di daerah Cirebon, Indramayu dan Karawang. Sementara untuk Jawa Tengah akan menyerap garam milik petani asal Demak, Jepara, Rembang dan Pati.

Selain itu, industri juga akan mendapatkan pasokan garam dari wilayah Jawa Timur seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya. Sementara untuk Sulawesi Selatan, industri akan mendapatkan pasokan dari petani garam Takalar dan Jeneponto.

Wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga akan ikut memasok garam kepada industri. Adapun daerah yang akan memasok garam kepada industri adalah seperti Bima, Nagakep dan Kupang.

okezone.com

 

LEAVE A REPLY