Pertamina Jual Kembali Premium di 1.926 SPBU

0
24
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Pemerintah saat ini tengah melakukan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Bila aturan tersebut selesai dan ditandatangani Presiden Jokowi, maka Pertamina berkewajiban untuk kembali menyalurkan bensin jenis Premium di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali).

Direktur Supply Chain, Logistik dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan, bila revisi sudah selesai maka Pertamina akan meminta SPBU menyediakan Premium.

“Nanti akan kita atur di SPBU tersebut disamping nozzle-nya Kami sediakan. Pertalite juga harus tetep Kami sediakan. Kenapa? Karena untuk konsumen yang pakai Pertalite,” jelasnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Berdasarkan data BPH Migas, ada 1.926 SPBU di wilayah Jamali yang sudah tidak menjual Premium. SPBU tersebut, kata Gandhi, tidak menjual karena memang tidak ada yang beli.

“Jadi yang penting kita sediakan kuota yang sudah disiapkan pemerintah (non Jamali),” ujarnya.

Menurutnya, Pertamina saat ini baru memberikan himbauan kepada SPBU di wilayah Jamali untuk kembali menyiapkan Premium. Hal tersebut sambil menunggu keputusan dari revisi Perpres.

“Kami belum dapat perintah langsung. Kouta nya juga belum tau. Imbauan untuk alihkan ke premium udah kita lakukan. Suatu saat kalau udah instuksikan, kita udah siap,” tuturnya.

Di sisi lain, kewajiban kembali menjual Premium di Jamali diyakini tidak akan mengurangi konsumsi BBM nonsubsidi seperti Pertalite hingga Pertamax. Menurut Gandhi, masyarakat akan bijak menyesuaikan kelayakan mesin terhadap bahan bakarnya.

“Kalau kalian punya mobil yang mesinnya syaratkan RON di atas 88, masak tetep pakai yang Premium. Kemudian terbukti Pertamax dari harga mahal, tapi lebih irit. Kalau Premium, ada perawatan rutin. Kan enggak bisa kita paksa ya masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu untuk jumlah kuota penjualan Premium tahun ini masih sebesar 7,5 juta kl. Artinya, Pertamina belum mendapat informasi bahwa BPH Migas berencana mendampah kuota Premium tahun ini sebanyak 5 juta kl.

“Kita belum ada info penambahan kuota itu ya yang akan diberikan dari pemerintah ke Pertamina belum ada sampai sekarang. Nanti kalau misalnya Jawa (jamali) tetap disediakan Premium ya kita akan tunggu pemerintah,” tandasnya.

oke

 

 

LEAVE A REPLY