Perlu Di Kembangkan Sarana Pelabuhan Terutama Wilayah Jatim Bagian Timur

0
230

Nawacita.co – Kepala Dishub dan LLAJ Pemprov Jawa Timur DR.Ir.Wahid Wahyudi, MT (tengah) didampingi Kepala Bakorwil V Jember Prov. Jatim Cahyo Widodo,SH, MH memberikan materi dalam acara Rakor dan Evaluasi pengembangan trasportasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi Wilayah Bakorwil V Jember. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dishub dan LLAJ Pemprov.Jatim Dr.Ir.Wahid Wahyudi, MT saat paparan program dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi dengan jajaran Forpimda se wilker Bakorwil V Jember (Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Kab/Kota Probolinggo) di Ruang Loemadyo lantai 2 kantor Dishub Jatim Surabaya, Rabu (11/7/2018) siang.

Menurut Wahid, sarana transportasi merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu dalam pengembangan transportasi lembaganya terfokus wilayah Jatim bagian timur. Baik transportasi darat, laut dan udara. Sektor transportasi laut misalnya, lembaganya telah mengembangkan berapa pelabuhan, yakni pelabuhan Probolinggo, pelabuhan Tanjung wangi dan pelabuhan boom Banyuwangi, Pelabuhan Jangkar Situbondo, dan berapa pelabuhan di wilayah selatan. “Selama ini akses trasportasi laut terpusat di Surabaya (Tanjung Perak), sehingga menyebabkan biaya transportasi mahal (hight cost),” ujarnya.

Selain angkutan barang, juga digunakan untuk angkutan orang. Di Probolinggo misalnya, banyak wisatawa  yang hendak ke Bromo melalui angkutan laut. Namun kapal tersebut tidak  bisa bersandar karena dermaganya tidak ada. “Alhamdulillah, setelah dermaga dibangun sepanjang 300 meter, kapal yang mengangkut wisatawan yang hendak ke bromo ini kini bisa bersandar di pelabuhan Probolinggo. Begitupula dengan pembangunan dermaga Gili Ketapang, sehingga setiap harinya rata-rata 1000 turis yang keluar masuk menikmati keindahan giliketapang,” terangnya.

Menanggapi paparan yang disampaikan oleh beberapa kepala daerah di Bakorwil V Jember, Wahid melihat hanya sektor wisata yang bisa bersaing dibanding sektor teknologi. Oleh karena itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Pelindo III untuk mengoptimalkan pelabuhan boom Banyuwangi sebagai homebase kapal wisata yang mengakses semua obyek wisata yang ada d Jatim dan nasional. “Rencanana ada 300 kapal wisata yang akan bersandar. Di tahun 2018 ini baru 50 kapal. Mereka bisa berlayar ke tempat yang dinginkan,” tandasnya.

” Disektor Pariwisata misalnya, saat ini sudah dibangun infrastruktur dermaga Boom Banyuwangi. Saat ini pelayaran wisata dari pantai boom Banyuwangi ke Benoa Bali sudah banyak diminita. Dibangunnya Dermaga Giliketapang, kini sudah ribuan wisatawan yang memanfaatkan infrastruktur ini meskipun hanya 40 menit dari pelabuhan Probolingo. Peluang ini bisa kita tangkat untuk dikembangkan, misalnya perjalanan wisata dari pantai Boom Banyuwangi menuju pulau-pulau yang ada di Kabupaten Sumenep Madura,” terangnya.

Di sektor Perdagangan, Nanti dibangun beberapa infrastruktur dijalur laut, saat ini belum ada kolektor yang menyediakan barang sesuai dengan kebutuhan para buyer. Selama ini mereka cari-cari sendiri, mencari kapal sendiri. Sehingga kapal berkapasitas 50 ton hanya dimuati 20 ton, Ini yang menyebabkan transportasi ini menjadi mahal,” tandasnya

Dalam Rakor tersebut, juga meminta kepada Dinas Perhubungan sebagai penunjang pertumbuhan perekonomian, untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag).

Selanjutnya Wahid juga mengekspose program pengembangan transportasi di Jawa Timur tahun 2018. Baik itu transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara.” pungkasnya

 

(dny)

LEAVE A REPLY