Perang Dagang AS-China, Ekspor Wine California Gagal Kirim dan Ancam 100.000 Ha Anggur

0
35
Ilustrasi
Ilustrasi

San Francisco, Nawacita – Ekspor wine (anggur) California yang sedang melonjak ke Tiongkok telah menemui rintangan besar, karena Tiongkok memberlakukan tarif pembalasan pada impor wine AS, yang mulai berlaku pada Senin (2/4/2018).

Wente Vineyards, sebuah pabrik atau kilang anggur di Livermore Valley di San Francisco Bay Area di California utara, baru-baru ini menangguhkan pengiriman 5.000 peti wine tujuan Tiongkok.

Sebagian alasannya adalah para importir di Tiongkok lebih suka menunggu dan melihat bagaimana penerapan tarif tersebut, menurut pabrik wine, sekitar satu jam perjalanan dari San Francisco.

Para importir juga ingin melihat bagaimana konsumen Tiongkok melihat produk AS dan bagaimana hal itu memengaruhi kebiasaan pembelian langsung mereka, kata Michael Parr, wakil presiden penjualan internasional di Wente Family Estates, pada Rabu (4/4).

“Kami berharap upaya-upaya diplomasi dan negosiasi antara AS dan Tiongkok akan segera ditingkatkan untuk menghindari eskalasi hambatan perdagangan yang tidak adil ini,” katanya.

Dibandingkan dengan Wente, Klinker Brick Winery di kota Lodi di California Central Valley lebih beruntung. Pihaknya sudah mengirim 1.000 peti wine ke Shenzhen di Tiongkok selatan pekan lalu. Ini adalah pertama kalinya pabrik wine tersebut mengekspor ke Tiongkok.

Tetapi tarif baru akan menjadi tantangan besar bagi perjalanan Klinker Brick ke pasar Tiongkok.

Tiongkok memulai tarif pembalasan antara 15% hingga 25% terhadap USD2,75 miliar produk impor dari AS, termasuk anggur, kacang dan daging babi, sebagai tanggapan terhadap tarif tinggi pada aluminium dan baja yang diumumkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Petani-petani California menyebut tarif “sebuh pukulan” untuk bisnis mereka.

Pasar Tiongkok berkembang pesat dan memiliki potensi besar sebagai konsumen wine impor, kata Pat Patrick, presiden dan CEO Lodi Chamber of Commerce. Lodi adalah area produksi anggur utama di AS, dengan 100.000 hektare anggur dan sekitar 100 kilang anggur.

Tiongkok diperkirakan akan melampaui Inggris sebagai pasar wine terbesar kedua di dunia pada 2020, didorong oleh kelas menengah yang terus tumbuh dan generasi milenium, dan Tiongkok terbukti menjadi pasar yang menarik karena industri anggur California telah melihat minat yang terus meningkat dari konsumen Tiongkok, kata Patrick.

“Konsumen Tiongkok mempercayai produk Amerika karena kualitasnya bagus,” kata Patrick. Namun, dia mengatakan mereka harus menunggu dan melihat apakah konsumen Tiongkok bersedia membayar lebih untuk wine AS.

okezone.com

LEAVE A REPLY