Pemprov Banten Ajukan Enam Pelabuhan Pusat Bongkar Muat Tanjung Priok

0
31
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Saat Berkunjung Di Pelabuhan Tanjung Priok
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Saat Berkunjung Di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, Nawacita – Pemerintah Provinsi Banten mengajukan enam pelabuhan yang akan dijadikan pusat bongkar muat khusus ekspor-impor. Penetapan pelabuhan tersebut otomatis akan mengurangi beban bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Beberapa pelabuhan yang diajukan Pemprov Banten di antaranya, Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Pelabuhan Indonesia II, dan Pelabuhan indah Kyat di Kota Cilegon.

Nantinya, akan dipilih satu pelabuhan untuk dijadikan pelabuhan bongkar muat ekspor-impor, dan membantu Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita memang ingin membuat biaya itu minim. Kita sudah punya Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian Patimban beroperasinya tahun depan, kuartal kedua,” kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan pencanangan di Pelabuhan Indah Kyat, Kota Cilegon, Banten, Jumat (11/05/2018).


Sebelumnya, terdapat Pelabuhan Patimban yang berfungsi untuk menangani bongkar muat barang khusus ekspor-impor di wilayah Cikampek hingga Purwakarta. Peresmian pelabuhan barang ekspor-impor baru dinilai akan menghemat biaya logistik.

“Banten ada entri pelabuhan disini, mana saja yang dipilih, akan mengatur akomodasi industri yang ada disini. Kalau di Jakarta pasti mahal, ini akan efisiensi cost (biaya),” terangnya.

Luhut Dukung Ubah Rupiah Rp1000 jadi Rp1

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga sempat membahas tentang pelemahan nilai tukar rupiah hingga lebih dari Rp14 ribu terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dia mengimbau masyarakat agar tak risau dengan pelemahan rupiah, karena fundamental perekonomian Indonesia masih terus membaik.

Luhut mengaku mendukung upaya Bank Indonesia untuk melakukan redenominasi atau penyederhanaan nominal rupiah dari lima digit menjadi hanya satu digit.

“Fundamental ekonomi kita ini kuat, tapi sekarang ini kan rupiah kita lima digit. Nah, kita pingin rupiah satu digit, tapi waktu nya saja belum tepat. Harus bekerja sama kita semua, dengan Pemda, perdagangan,” ujarnya.

cnn

 

 

 

LEAVE A REPLY