Pedagang Jual Beras Medium di Atas HET

0
34
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta pedagang menjual beras sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah sendiri telah menetapkan HET untuk beras medium sebesar Rp 9.450 ribu per kg.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan, jika ada pedagang menjual beras medium di atas HET mesti ditindak. Menurutnya, hanya segelintir pedagang yang menjual beras di atas HET.

“Kalau di atas itu dia melanggar HET, itu ada ketentuannya harus ditindak. Ulah pedagang. Paling bapak bilang di satu pasar, itu saja,” kata dia di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Jakarta, Senin (11/6/2018).

Dia menjelaskan, harga beras medium bervariasi. Meski begitu, harga beras tak boleh lebiih tinggi dari HET yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kg.

“Beras medium banyak, itu ada yang harga Rp 8.600 ada yang sampai Rp 11 ribu, tapi dengan kebijakan baru sekarang semua harus ikuti HET maksimum Rp 9.450 untuk HET. Tapi variasi, kalau nggak percaya cek di Pasar Induk ada yang Rp 8.600 sampai Rp 9.450,” jelasnya.

Sementara, pantauan pada Kamis pekan lalu (7/6/2018), harga beras, baik medium maupun premium masih di atas HET. Harga beras medium dipatok Rp 11.000 per kilogram (kg) dari HET yang ditetapkan Rp 9.450 per kg.

Sedangkan harga beras premium berada di level Rp 13.000 per kg dari HET Rp 12.800 per kg.

Salah satu pedagang beras di Pasar Gondangdia, Ari mengatakan untuk beras jenis medium pihaknya hanya menjual satu jenis dengan harga Rp 11.000 per kg. Sedangkan untuk jenis premium ia memiliki dua pilihan harga, yaitu Rp 12.500 per kg dan Rp 13.000 per kg.

“Yang ini premium harganya Rp 12.500/kg. Kalau yang ini juga sama tapi Rp 13.000/kg,” katanya saat berbincang, Kamis (7/6/2018).

Ari mengatakan harga beras tersebut telah bertahan lama sejak awal puasa. “Harganya stabil saja terus sejak awal puasa,” ungkapnya.

dtk

 

 

LEAVE A REPLY