OJK R4 Jatim : Wujudkan Indusrtri BPR Dan BPRS Sehat Dan Berdaya Saing

0
41
Heru cahyono, kepala OJK Regional 4 jawa timur saat memberikan sambutanya

Nawacita.co – Kantor Otoritas  Jasa Keuangan   ( OJK ) Regional 4 jawa timur mengadakan evaluasi  kinerja  dengan BPR dan BPRS Triwulan 1 Tahun 2018. Kegiatan ini berlangsung di convention hall hotel Senyiur, Prigen Pasuruan  kamis  3/05/2018 siang. Dalam  pertemuan ini di hadiri oleh direksi dan komisaris dari 116 BPRS Dan 13 BPR yang di bawah pengawasan  otoritas jasa keuangan  (OJK). Dalam  pertemuan  ini  mengangkat tema  ” Penguatan  Good  Coporate  Governance ( GCG)  Untuk Mewujudkan indusrtri  BPR / S yang Sehat Dan berdaya  Saing.’’ Bertujuan melakukan Capacity Building  mengenai peningkatan fungsi ke kepatuhan dan audit Internal BPR Dan BPRS Dalam rangkan penguatan GCG

dalam sambutanya dia mengatakan bahwa sektor keuangan di jatim mencatatkan kinerja yang  sangat positif  terutama disektor perbankan sebesar  9.00 (yoy) hal ini  tidak terlepas  dari peran serta  Dalam  Sambutanya ,bahwa  pada triwulan 1 tahun 2018 terutama  di sektor keuangan,  jawa timur  BPR/S , DPK Dan kreditnya mencapai  8,59, 11,37 dan 4,96 ( yoy). Fungsi  intermidasi BPR Dan BPRS  di jawa timur  Cukup Baik  dengan Rasio  L / FDR  masing masing  7,58% dan 9,24 namun Rasio kecukupan modal  BPR Dan BPRS  masih tergolong  memadai untuk menyerap dampak resiko tersebut dengan CAR masing Masing sebesar 33,86 dan 31,61,”  ujar Heru cahyono, kepala OJK Regional 4 jawa timur .

Selanjutnya Kepada pengurus BPR/S  di jawa timur , OJK berharap  untuk senantiasa  memperhatikan Potensi  peningkatan jumlah kredit  yang bermasalah dan selalu memantau secara ketat  perkembangan kualitas kredit yang disalurkan, khusus untuk BPR/S  yang rasio NPL / F yang  mencapai  lebih dari  5%. Hal tersebut  sangat penting karena peningkatan  jumlah kredit  bermasalah  dapat secara langsung  berdampak pada rentabilitas BPR/S yang pada akhirnya akan berdampak terhadap penurunan  aspek permodalan  jika tidak dikuti dengan peningkatan modal setor oleh Pemegang saham. oleh sebab itu,  untuk mendukung kecukupan modal  dan pengembangan bisnis BPR/S  itu sangat penting  bagi keberlansungan  usaha BPR/ S tersebut, terutama dalam memenuhi  ketentuan rasio  CAR > 12%, serta pemenuhan  modal inti  minimum  sebesar  Rp 3 miliar  maupun 6 miliar paling lambat 31 /12 /2019 untuk BPR sedangkan untuk paling lambat  BPRS  31 /12/ 2020.

Slamet Riyanto (Ketua Kompartemen  BPRS ASBISINDO DPW) Jawa Timur, Slamet  wibowo ( kepala OJK Kediri ), Heru Cahyono ( Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur) tengah , Slamet Wibowo ( Kepala OJK Kediri) Widodo (Kepala OJK Malang),  Elya Dwi Atmoko (Ketua PERBAMIDA DPD ) Jawa Timur – Bali : Anik Lestari Mukti Penasehat Perbarindo
Slamet Riyanto (Ketua Kompartemen BPRS ASBISINDO DPW) Jawa Timur, Slamet wibowo ( kepala OJK Kediri ), Heru Cahyono ( Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur) tengah , Slamet Wibowo ( Kepala OJK Kediri) Widodo (Kepala OJK Malang), Elya Dwi Atmoko (Ketua PERBAMIDA DPD ) Jawa Timur – Bali : Anik Lestari Mukti Penasehat Perbarindo

Kemudian  faktor  interigeritas  dan kompentensi  pengurus yang tercermin  dalam  dalam pelaksanaan  GCG sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan  kegagalan Manajemen BPR/S. hal itu dapat menyebabkan  BPR/ S  berada dalam  status pengawasan  intensif ( BDPI), kemudian meningkat  menjadi pengawasan khusus   (BDPK) , sampai akhirnya  dilakukan pencabutan izin usaha  ( CIU). OJK  sudah mengeluarkan  peraturan  Otoritas Jasa  keuangan  ( POJK) Nomor 4/POJK .03/2015 mengenai tata kelola bagi BPR , POJK Nomor 13/ POJK.03/2015 mengenai  penerapan  manajemen  Resiko bagi  BPR , surat  edaran OJK ( SEOJK) nomor 6/ SEOJK.03 /2016 tentang standart  pelaksanaan fungsi  Audit Intern  bagi BPR. Dengan adanya POJK dan SEOJK tersebut BPR wajib Menerapkan  GCG  secara  efektif .’’ ujar Heru Cahyono .

Selanjutnya Heru cahyono menghimbau  kepada industry  BPR/S  agar melakukan penguatan  GCG untuk memitigasi  potensi Peningkatan resiko ke depan  dan perlu adanya  komunikasi  yang efektif  antar  BPR/S  dengan  Asosiasi  industri , dengan demikian,OJK KR4  jatim, OJK malang, serta OJK Kediri , bersama dengan PERBARINDO  jatim, PERBAMIDA  Jatim – bali dan kompartemen BPRS  ASBISINDO Jatim, menginisiasi pembentukan Forum m komunikasi  direktur Kepatuhan ( FKDKp)  forum komunikasi Audit Intern ( FKAI) BPR/S se jatim tujuanya mendukung proses pengutan GCG .

Nawacita.co

Peluncuranya dilakukan pada hari ini  di harapkan dapat menjadi media yang efektif  dalam mencatri solusi bersama  atas kendala yang dihadapi  oleh industry BPR/S dalam menerapkan GCG secara efektif dapat mensinergikan program kerja  bersama . sinergitas tersebut antara lain telah terwujud dalam kegitan capacity building pada hari ini melalui  program kemitraan bank umum dan BPR/ S dengan  adanya sharing informasi dan transfer knowledge yang dilakukan oleh direktur kepatuhan  PT. Bank Maspion, TBK dan kepala  SKAI PT.Bank Jatim, Tbk kepada industry  BPR/S  terkait dengan peningkatan  efektifitas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan dan fungsi Audit  internal Pada bank. dengan adanya forum ini  kepercayaan masyarakat  kepada BPR/ S dapat semakin Meningkat.’’ Pungkasnya .

 

 

LEAVE A REPLY