OJK: Perusahaan Harus Siap dengan Transformasi Teknologi

0
72
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK Djustini
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK Djustini

Jakarta, Nawacita – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pemahaman soal registrasi elektronik kepada perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut sehubungan dengan telah terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58/POJK. 04/2017 tentang Penyampaian Pernyataan Pendaftaran atau Pengajuan Aksi Korporasi Secara Elektronik.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B – OJK Djustini Septiana mengimbau, agar para perusahaan menyiapkan diri dengan adanya transformasi teknologi melalui penerapan registrasi elektronik ini. Aturan tersebut mengharuskan perusahaan untuk menyampaikan pernyataan pendaftaran atau pengajuan aksi korporasi kepada OJK secara elektronik melalui sistem perizinan OJK.

Dia mengatakan, OJK memberikan tenggat waktu selama enam bulan sejak terbitnya POJK Nomor 58/POJK. 04/2017 tentang Penyampaian Pernyataan Pendaftaran atau Pengajuan Aksi Korporasi Secara Elektronik bagi emiten untuk mulai bermigrasi kepada sistem elektronik. Selama kurun waktu tersebut, emiten diberi kebebasan untuk menggunakan jalur manual atau sistem elektronik.

“Kemudian dengan berlakunya peraturan tersebut maka peraturan ini sudah berlaku. Saat ini sistem sudah siap, jadi kita toleransi emiten boleh pilih dalam waktu enam bulan mau manual atau elektronik,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Adapun pada tahap awal 2018, OJK baru memfasilitasi pernyataan pendaftaran elektronik untuk penawaran umum efek bersifat ekuitas, penawaran umun efek bersifat utang dan atau sukuk, dan penawaran umum berkelanjutan efek bersifat ekuitas utang dan atau sukuk.

Djustini menyebut, kehadiran sistem pendaftaran elektronik ini akan memberikan efisiensi kepada perusahaan, terutama dari sisi waktu dan biaya.

Sistem ini juga memberikan kemudahan bagi emiten dalam pengajuan proses pernyataan pendaftaran dan aksi korporasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses pernyataan pendaftaran dan aksi korporasi.

“Lebih efisien itu karena semua sudah harus final baru bisa by sistem dia bisa jalan dan lengkap. Kemudian kita juga komunikasinya dengan elektronik semua. Jadi bisa seketika kalau kita udah send udah pasti dapat. Jadi nanti enggak akan ada papper lagi, termasuk surat efektif,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga kembali melakukan sosialisasi tentang Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 33/POJK. 04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

oke

LEAVE A REPLY