Musda KNPI Trenggalek Dinilai Cacat Hukum

0
135
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur akan mengalami dualisme kepemimpinan. Pasalnya, pelaksanaan Musyawarah Daerah yang berlangsung di Trenggalek ditentang oleh  beberapa elemen anggota yang tergabung dalam Cipayung Jatim.

Hal itu disampaikan oleh Zainudin, Ketua Umum PKC PMII Jatim. Dia mengatakan  bahwa kelompok Cipayung yang terdiri dari  PMII Jatim, GMNI Jatim, HMI Jatim, IMM Jatim dan GMKI Jatim, jauh-jauh hari sudah melakukan konsolidasi dengan matang.

“Lebih-lebih pada saat di Narita dari 3 April hingga 5 April 2018, menyatakan bahwa Musda KNPI Jatim di Trenggalek adalah cacat hukum. Entah itu versinya siapa” ujar Zainudin di Surabaya Pusat, Rabu (11/4/2018) Sore.

Pria yang akrab disapa Zai ini menjelaskan bahwa dari pihak Caretaker tidak ada iktikad baik untuk menjalin konsolidasi dan sosialisasi dengan kelompok Cipayung terkait penjelasan Musda KNPI Jatim di Trenggalek.

“Padahal di pertemuan sebelumnya, Musda KNPI Jatim telah disepakati akan dilaksanakan di Kota Surabaya. Lalu terjadi pengambilan kesepakatan sepihak oleh Caretaker yang langsung memutuskan Musda dilaksanakan di Trenggalek,” beber Zainudin.

Menurutnya, tidak ada sosialisai ataupun konsolidasi dari pihak Caretaker baik Ke PMII Jatim maupun kepada elemen Cipayung lainnya. Justru saat pertemuan di Surabaya Selatan, lanjut Zai, bukan berbicara konteks dan strategi Musda.

“Tetapi malah saya disuruh mengantarkan undangan. Ini pelecehan bagi saya dari orang luar,” tegas Zai.

Zainudin kemudian menyampaikan bahwa Ketua Caretakernya bukan bagian dari Pengurus KNPI  Jatim. Tetapi dari DPP KNPI.

“Yang ingin kami sampaikan bahwa apapun bentuk dari hasil Musda KNPI Jatim  di Trenggalek menyatakan bahwa itu cacat hukum.

nusantara

LEAVE A REPLY